Thursday, 12 January 2017

RESENSI BUKU ANAK: AHMAD DAN DOMBA KECI



Salah satu cara untuk mendidik anak-anak adalah melalui cerita. Buku anak berjudul “Ahmad dan Domba Kecilnya” ini merupakan bacaan yang mengusung tema tentang keberanian untuk jujur. Buku ini terdiri dari enam cerita berbeda yang dilengkapi oleh ilustrasi cantik.

Ada cerita tentang Ahmad yang dombanya hilang dan dia harus mencari kemana-mana. Untunglah dombanya ketemu setelag bertemu dengan Kakek Penggembala. Pesan moral dalam kisah ini adalah, hendaklah kita harus jujur dalam melakukan apapun.

Kisah tentang “Perniagaan Terindah” juga tak kalah manis. Alkisah ada perempuan yang mneawarkan jubah indah sekali. Banyak yang tertarik dan pasti kalau dijual berharga mahal. Hanya saja perempuan tersebut memberitahukan kekurangan jubah tersebut pada calon pembeli. Bahwa jubah tersebut memiliki lubang-lubang kecil yang tidak kentara. Akhirnya jubah itu dibeli oleh rombongan pedagang baik hati.

Juga masih banyak cerita-cerita manis lainnya yang tertulis di buku ini. Kelebihan buku “Ahmad dan Domba Kecilnya” adalah cara bertutus sang penulis terasa begitu indah namun bisa dimengerti. Selain itu, cerita-cerita dalam buku ini tidak “berkhotbah”, jadi nasihat yang sebenarnya tertuang dalam cerita tanpa harus menggurui.

Namun buku tersebut saya kira kurang pas untuk early reader atau pembaca-pembaca awal. Kalimatnya panjang-panjang dan minim gambar. Mungkin untuk usia kelas 4 ke atas cocok.
Kesimpulan saya, buku ini bagus! Saya suka cara penulis bercerita.


Judul : Ahmad dan Domba Kecilnya
Penulis : Wikan Satriati
Ilustrator : EorG
Penerbit : Republika
Tahun : September 2016
Halaman : 51 halaman

Monday, 9 January 2017

Resensi Novel Anak Sang Juara: Semangat Pantang Menyerah


Judul : Sang Juara
Penulis : Al Kadri Johan
Penerbit : Republika (Lini Anak dan Remaja ALIF)
Tebal : 198 halaman
Terbit : September, 2016

Dunia anak-anak adalah dunia kebahagiaan. Namun pada kenyataannya tidak semua anak bisa merasakan kebahagiaan pada masanya. Saat anak-anak kebanyakan bebas berangkat bersekolah, di negeri ini masih banyak jumlah anak yang terpaksa putus sekolah. Seperti kisah Ayung dalam novel “Sang Juara”.

Ayung adalah anak sulung, dari keluarga yang sangat sederhana.  Ayahnya sudah meninggal. Ibunya membuat kue yang kemudian dijual keliling oleh Ayung. Ayung terpaksa putus sekolah untuk meringankan beban ibunya. Kehidupan Ayung berjalan sebagaimana mestinya sebelum akhirnya ia dipertemukan oleh Om Johan. Om Johan adalah mantan pemain bulu tangkis kawakan namun karena kesalahannya, kehidupan Om Johan jadi terpuruk.

Adalah Buce yang selalu peduli pada Ayung, menyemangati Ayung untuk bertanding bulu tangkis dengan Om Johan. Di luar dugaan, Om Johan kalang kabut dan Ayung pun memenangkan pertarungan. Kemampuan Ayung membuat Om Johan punya ide. Ia ingin memanfaatkan Ayung untuk kepentingan dirinya. Ya! Ayung akan dijadikan umpan taruhan alias berjudi. Tentu saja Ayung menolak!

Namun suatu ketika pertahanan Ayung untuk mendapatkan uang halal semakin terdesak. Saat Ayung melihat Om Johan, ia menyatakan setuju dijadikan umpan taruhan. Kalau pihak Om Johan menang, Ayung akan dapat bayaran tinggi. Cukuplah untuk membelikan keperluan sekolah Uci, adiknya. Namun saat Ayung hendak bertanding, tiba-tiba Buce datang (Hal. 64).

Buce menghentikan niat Om Johan, bahkan ia sudah memberikan pelajaran untuk mantan pebulutangkis tersebut. Om Johan jengkel. Namun lambat laun hubungan Om Johan dan Ayung  membaik. Bahkan Om Johan memberitahu Ayung kalau akan ada Lomba Bulu Tangkis Anak se-DKI. Hadiahnya uang dan beasiswa sekolah.

Ayung ingin mengikuti kompetisi tersebut. Namun kendala yang berat muncul. Ibu Ayung tidak setuju. Beliau ingin Ayung menjadi penjaja kue saja. Kenyataan tersebut membuat semangat Ayung putus asa hingga ke titik terendah. Akankah Ayung akan tetap ikut kompetisi tersebut? Bagaimana jika ibunya tahu? Jawabannya ada di novel ini.

Novel “Sang Juara termasuk buku anak yang cukup inspiratif. Tokoh dalam buku ini bisa menularkan semangat dan pembelajaran pada anak untuk berempati. Beberapa quote alias nasihat bijak bertebaran. Salah satu quote favorit saya adalah: “Jemputlah takdirmu, Nak. Tapi kalau gagal jangan berburuk sangka kepada Allah.” (Hal 182).

Selain inspiratif, salah satu kelebihan buku ini adalah mengangkat cerita yang tidak pasaran. Yakni bercerita tentang “bulu tangkis”. Dengan demikian secara tak langsung buku tersebut sudah memperkenalkan bulu tangkis selaku cabang olahraga andalan tanah air kepada anak-anak Indonesia.

Thursday, 22 December 2016

RESENSI NOVEL TENTANG KAMU: Tentang Cinta, Pengkhianatan, Kegagalan, dan Memeluk Rasa Sakit




“Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Nasihat-nasihat lama itu benar, cinta memang tidak perlu ditemukan, cinta-lah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu telah terjadi. Karena dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita keberanian.” (Halaman 286)

Kalimat di atas menurut saya begitu sederhana tapi menohok. Tentang menerima, tentang melepaskan, juga tentang ketabahan. Saat Tere Liye post status tersebut di Fans Page beliau, saya semakin penasaran tentang isi novel “Tentang Kamu.”

Rasa penasaran semakin berlipat-lipat manakala sebelum rilis 27 Oktober 2016 lalu, tiap buka Facebook maka yang dominan terbaca adalah “Tentang Kamu.” Promosi novel ini gila-gilaan.

Bahkan yang bikin saya terharu adalah ketika spanduk novel ini membentang di tempat-tempat keramaian. Ya Tuhan, walaupun buku ini bukan karya saya, tapi saya senang. Untuk pertama kalinya saya melihat spanduk novel lokal berada di pusat keramaian. Seolah-olah secara nggak langsung mengajak masyarakat untuk membaca. 

Nggak heran begitu rilis, novel ini sudah berdiri gagah di rak best seller. Ok, kenyataan tersebut membuat saya semakin ngotot ingin beli buku ini.

Sinopsis:
Novel ini bercerita mengenai sosok kehidupan seorang perempuan berhati baja, Sri Ningsih. Sri memiliki warisan melimpah namun ia menghabiskan hidupnya di panti jompo di Paris.  Sri sudah meninggal, namun jejak ahli warisnya belum ditemukan. Hingga akhir hayatnya, Sri hidup sendiri.

Adalah Zaman Zulkarnaen, salah satu pengacara internasional khusus warisan, yang ditunjuk untuk menangani kasus ini. Zaman bekerja di sebuah firma hukum internasional berpusat di London. Zaman ditugaskan melakukan penelusuran mulai dari Paris, Pulau Bungi di Sumbawa, Surakarta, lalu Jakarta, kemudian kembali ke London lagi.

Sri adalah anak nelayan yang sejak kecil hidupnya penuh ujian. Ibunya wafat sejak melahirkan dirinya. Kemudian ayahnya wafat saat ia masih SD. Ibu tirinya jadi depresi, akhirnya Sri jadi bulan-bulanan ibu tirinya. 

Belum usai penderitaan Sri, rumahnya terbakar. Ibu tirinya wafat. Ia pergi ke Surakarta. Di sana kehidupannya membaik. Namun lagi-lagi Sri justru dikhianati sahabat baiknya sendiri. Hal inilah yang membuat Sri senantiasa dihantui masa lalu. 

Mampukah Sri menghadapinya?

oOo

Begitulah sekilas sinopsis mengenai novel “Tentang Kamu.” Buku ini sukses membuat saya betah duduk, nggak bisa berhenti. Saya penasaran dengan kelanjutan kisah Sri Ningsih.

Overall, menurut saya buku ini... “KEREN”. Karena keren, saya memutuskan ikut lomba resensinya hehehe. Baiklah, ini dia poin-poin yang bikin buku ini keren.

COVER
Covernya bagus. Sederhana tapi nggak pasaran. Ala-ala novel luar gitu. Rada misterius karena yang dipasang adalah foto sepatu. Jadi berpikir, “Kok sepatu ya? Ini novel tentang apa?”
Mengingat tokoh Sri melakukan perjalanan ke beberapa negara, foto sepatu benar-benar cocok dengan isi cerita.

KARAKTER YANG KUAT
Saya bilang kuat karena usai baca novel ini, karakter tokoh utama begitu melekat. Unforgettable. Mungkin karena sosok Sri di sini digambarkan detail baik itu secara fisik, eksternal alias lingkungan Sri, juga internal atau segi psikologi Sri. Jadi saya tahu apa yang Sri lakukan dalam situasi-situasi tertentu. Saya tahu apa yang bisa bikin ia tersenyum, marah, bahkan sedih. Saya juga jadi tahu bagaimana Sri menyikapi hal-hal paling menyakitkan dalam hidupnya. Sosok Sri serasa nyata.

Tokoh Zaman pun demikian. Saya bisa membayangkan Zaman ini seperti apa. Walaupun porsi cerita mengenai Zaman sedikit. 

Selain itu, seluruh tokoh di sini unik-unik. Ada tukang ojek Kang Sueb yang cerewet. Ada Rajendra Khan yang lucu sekaligus menyebalkan. Ada Ode yang begitu care pada Sri. Ada Lastri dan Nuraeni yang karakternya bertolak belakang. Juga ada Aimee yang lemah lembut. Seluruh tokoh terasa membekas dalam kepala saya, termasuk tokoh yang jahat sekalipun. 

Mungkin selain karena berkarakter unik, para tokoh juga memiliki tujuan yang jelas dan kuat. Sebut saja Sri yang punya tujuan jelas yakni ingin survive dan lari dari hantu masa lalu. Atau Zaman yang pantang menyerah untuk menunaikan amanat Sri dan mengungkap kasus tersebut. Biasanya karakter tokoh yang memiliki strong will atau tujuan yang kuat sekali, akan membuat cerita jadi menarik dan membekas di benak pembaca.

Tokoh favorit saya adalah  Rajendra Khan. Karena dia antik, lucu, dan baik hati. Sementara tokoh yang paling saya benci siapa lagi kalau bukan Lastri. Aduh, dia itu asli, nyebelin. 

Meski demikian ada beberapa poin tentang karakter di novel ini yang bikin saya merasa kurang sreg. Nanti akan saya paparkan di bagian berikutnya.

SETTING
Setting cerita juga kuat. Setting yang kuat adalah, apabila tempat kejadian diubah maka cerita ini tak akan ada. Setting Pulau Bungi, bila diganti dengan daerah lain, nggak akan jadi cerita. Karena settingnya kuat, maka kehidupan di  Pulau Bungi, Surakarta, Jakarta, London, dan Paris, bagi saya terasa nyata. Bukan sekadar tempelan. Setting dalam novel ini seolah turut andil dalam menyempurnakan cerita.

Salut buat Tere Liye. Keren!

ALUR
 Menggunakan alur maju mundur, membuat kisah Sri menjadi tidak biasa. Bayangkan jika novel ini cuma menceritakan Sri dari lahir sampai wafat. Umum banget pastinya. Alur maju mundur seperti dalam novel Hujan dan Pulang, membuat ceritanya unik dan berbeda. Meskipun premisnya umum yakni tentang menerima hal paling menyakitkan dalam hidup.

PENGETAHUAN
Novel ini banyak menceritakan sejarah. Tentang PKI, Tugu Monas zaman dulu, tentang Y2K, tentang firma hukum internasional, tentang daerah-daerah yang disinggahi Sri, bahkan ilmu berbisnis. Jadi lepas baca novel ini pembaca jadi memilik pengetahuan baru. Saya bolak-balik menggumamkan “Ooo”.

PESAN MORAL
As always kalau tulisan Bang Tere. Pesan moral pasti ada. Bagusnya lagi, pesan moral yang beliau sampaikan tidak preachy. Memang ada nasihat yang disampaikan melalui tokoh, tapi nggak terkesan menggurui. Natural gitu. Seperti saat Nugroho menasihati Sri untuk mematuhi ibu tirinya.

Selain melalui nasihat, pesan moral juga tampak pada tokoh-tokoh yang diceritakan. Tentang kerja keras, pantang menyerah, jelas sekali tergambar dari karakter Zaman dan Sri Ningsih. Pokoknya abis baca buku ini, semangat saya jadi meletup-letup.

Bahkan pesan moral bisa tampak dari ucapan Musoh pada halaman 186. "Persetan dengan agama. Lebih baik jadi pemabuk tapi terus terang, daripada sok suci, tapi munafik." Saya juga suka sama kalimat ini. Menohok hehehe. Relevan banget dengan kondisi saat ini. Top deh Bang Tere. Mungkin Bang Tere nyindir fenomena zaman sekarang ya? Yang dikit-dikit ngomong agama dan teguh di jalan yang benar dicap sebagai munafik. Ah entahlah. 

INSPIRATIF
Membaca novel ini seolah mendapatkan charge energi semangat. Semangat dari sosok Sri menular kepada pembaca. Semangat optimis dan pantang menyerah. Saya yang awalnya bad mood, jadi merasa good mood :D. Suka sekali. 

Quote favorit saya dalam novel ini adalah “Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x.” (hal. 210).

CARA BERTUTUR YANG SEDERHANA
Membuat pembaca bisa menikmati cerita dengan mudah, walaupun yang dibahas agak-agak canggih dan terasa lumayan asing. 

Pokoknya novel ini keren sekali. Terasa banget kalau sang penulis melakukan riset yang amat serius. Novel ini bagi saya terasa lokal namun canggih. Kelihatan kalau sang penulis berpengetahuan luas.

Namun, sebagus-bagusnya buku, tetap memiliki kekurangan bagi masing-masing pembaca. Catet ya, masing-masing pembaca. Berarti bisa aja yang kurang menurut saya, belum tentu kurang bagi pembaca lain. Oke. Ini dia kekurangan novel ini, versi saya.


TOKOH
1. Sri ini disebut sebagai orang yang berpembawaan riang. Tapi saya nggak merasakan keriangannya. Yang saya rasakan adalah Sri adalah sosok yang workholic, rajin, dan bersemangat tinggi. 

Riang dalam bayangan saya itu termasuk humoris. Saya belum pernah membaca di buku ini Sri yang bikin orang lain ngakak. Riang dalam bayangan saya tuh bisa bikin orang sedih jadi ceria. Jika bisa dibandingkan, harusnya riang itu ya seperti Maryam dalam novel Hujan.

2. Karakter para tokoh dalam novel-novel Bang Tere Liye, mirip-mirip. Zaman mirip dengan Ambu Uleng, Borno, atau Bujang. Sri ini juga sama seperti Lail. Pendiam semua rasa-rasanya. Kenapa tokoh utamanya tidak seperti Burlian? Atau Ali? Atau Maryam? Atau Rajendra Khan? Atau Delisa? Mereka jahil tapi punya prinsip. Mereka juga lucu. Semoga ini bisa menjadi masukan bagi penulis, agar karakternya tidak monoton.

3. Tokoh Sri ini memang mengagumkan. Tapi saya nggak malah takut hidup saya seperti Sri. Kehidupan Sri terlalu suram. Rasanya kok dia selalu dikejar-kejar sama hal-hal buruk. Seolah-olah Sri ini magnet musibah. Memang cocok dengan sebutan “Anak yang Dikutuk.” Tapi hmm, entahlah. Kok menurut saya hidup Sri  terlalu menyedihkan.

4. Kehadiran tokoh yang tiba-tiba.
Tokoh Hans dan ibunya, tau-tau muncul begitu saja. Rasanya aneh. Sejak awal cerita yang dibahas selalu Sri. Pas mendekati ending tiba-tiba ada Hans dan ibunya, masalah Zaman dan ibunya mendadak ada, lantas beres begitu saja. Kalau memang punya masalah dengan kehidupan pribadinya, ada baiknya sedikit-sedikit diceritakan sejak awal. Bukan malah bim salabim, ada tokoh baru. Atau penulis sengaja memunculkan karena novel ini bisa jadi dibuat sekuelnya? Entahlah.


DEUX EX MACHINA
Istilah gampangnya “Tiba-tiba Tuhan menolong begitu saja.” Saya menemukan hal ini ketika Zaman mencari tahu tentang teka-teki Pulau Bungi. Encik Razak yang belum disinggung-singgung sebelumnya, tahu-tahu memberikan solusi (lihat hal. 49). Terlalu mudah dan terkesan “dicocok-cocokkan” menurut saya. Kurang smooth gitu. Mungkin sebaiknya disinggung-singgung sejak awal perihal Encik Razak dan kepiawaiannya mengenal suatu daerah, biar nggak terkesan mendadak. Bukankah di Jakarta dan London, Zaman nggak ujug-ujug bisa memecahkan teka-teki keberadaan Sri?

Demikian resensi saya. Sekali lagi, kalaupun saya menuliskan kekurangannya, bukan berarti novel ini nggak bagus. Bukankah ada ungkapan bahwa, “Buku  yang sempurna adalah buku yang tak pernah ditulis?” Meskipun saya menuliskan kekurangan novel ini, tidak berarti novel ini ber-rating rendah. Kalau saja bisa kasih rate, empat bintang deh untuk novel “Tentang Kamu.”

Sesuatu yang paling berkesan setelah membaca novel ini adalah semangat untuk terus bangkit tak peduli berapa kali kita jatuh dalam jurang kegagalan. “... Aku tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut.” (hal. 210).  Penuh motivasi kan?

Pokoknya buku ini recommended banget deh! Bagi yang mau baca, sebaiknya makan dulu hehehe. Biar nggak lupa diri sampai lupa makan. Semoga yang menginginkan untuk membaca novel ini, bisa baca beneran, entah bagaimana caranya. Biar ketularan semangat Sri Ningsih :).


Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit: Republika
Tebal : 524 halaman
Terbit : 27 Oktober 2016



Monday, 29 August 2016

MENIMBA ILMU DI ACARA SEMINAR DANCOW PARENTING

Pada tanggal 27 Agustus 2016 lalu, saya menghadiri seminar yang diadakan Dancow Parenting Center di hotel Atria, Malang. Mengangkat tema “Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal“, seminar ini sukses dipadati oleh pengunjung.

Peserta membludak
    
Meskipun acara ini sebenarnya ditujukan untuk para ibu, tapi saya yang masih single ini, tetap bertekad hadir dengan tujuan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Dan benar saja. Ketika hadir di acara seminar tersebut saya berkali-kali membatin “Ooo” dalam hati. Banyak hal baru yang saya ketahui.

Acara dipandu oleh MC cantik dan terkenal yakni Mbak Shahnaz Haque. Baru saat itu saya melihat wajah Mbak Shahnaz dari dekat. Ternyata cantik sekali dan ramah pula.

Mbak Shahnaz yang ramah dan seru
Sesi pertama acara dibuka oleh psikolog cantik yaitu Bunda Vera Itabiliana Hadiwidjaja, Psi yang merupakan expert untuk Dancow Nutrigold. Beliau menjelaskan bahwa pada usia satu tahun lebih, anak sudah memasuki masa eksplorasi. Biasanya pada masa ini anak akan lebih aktif, banyak bermain, dan banyak bertanya. Untuk menstimulasi pertumbuhan pada masa-masa eksplorasi, diperlukan cinta orangtua yang utuh. Yaitu orangtua memberikan kebutuhan anak, bukan memenuhi keinginan anak. 

Sesi pertama  disampaikan oleh Bunda Vera
Cara mendidik anak supaya fisik dan motorik bisa berkembang adalah anak bisa diajak bermain. Misalnya anak dibawa ke lapangan atau taman, biarkan dia berlarian di sana. Untuk merangsang daya berpikir, berikan tebak-tebakan untuk anak semisal, “Tolong ambilkan susu yang berwarna kuning.” Agar kemampuan bahasa meningkat, ajak anak bermain telepon-teleponan. Untuk melatih emosi, bacakan anak cerita. Supaya sosialisasi anak bagus, carilah teman bermain.

Selain kasih sayang orangtua, perlindungan tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh nutrisi. Sesi penjelasan nutrisi disampaikan oleh Bunda Sari Sunda Bulan, seorang nutrisionisT. Dalam sesi ini Bunda Sari menjelaskan bahwa 80% daya tahan tubuh tergantung pada saluran cerna. Maka dari itu diperlukan nutrisi untuk perlindungan yaitu dengan memberikan makanan yang baik. Selain makanan yang baik kesehatan saluran cerna juga dipengaruhi oleh bakteri baik dalam saluran pencernaan.

Dalam piramida makanan, Bunda Sari menjelaskan bahwa posisi karbohidrat fungsinya sebagai sumber tenaga. Biasanya anak-anak tidak suka nasi, maka gantilah nasi dengan kentang, ubi, atau sumber karbohidrat lain. Ukuran karbohidrat adalah sekepalan tangan anak.

Anak adalah titipan kata Bunda Sari
 Zat di atas karbohidrat yang berfungsi untuk mendukung kekebalan tubuh adalah protein. Ukuran lauk pauk protein adalah sekotak telapak tangan anak. Semakin naik, urutan piramida makanan diisi oleh sayuran dan buah. Buah sebaiknya diberikan 2-3 kali sehari. Biasanya anak-anak tidak suka sayuran karena agak keras. Salah satu solusinya adalah potonglah sayuran hingga ukurannya kecil, matangkan sampai tidak terlalu susah dikunyah.Berada di puncak piramida teratas, zat yang harus dibatasi pada anak adalah gula, garam, dan minyak. 

Sesi ketiga dari seminar diisi oleh Bunda Rini Sekartini, salah satu dokter yang berpraktik di RSCM. Beliau memaparkan bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh genetik dan lingkungan. Sementara yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak adalah genetik, nutrisi, dan stimulasi. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, selain diperlukan makanan sehat, juga sebaiknya diberikan susu minimal 500 cc atau 2 gelas per hari. Contoh susu kaya nutrisi sekaligus mengandung bakteri baik adalah Dancow Excelnutri+.

Bunda Rini yang kalem
Cara membuat susu yang benar adalah menggunakan air hangat, yakni air yang sebelumnya sudah dididihkan. Dan apabila menyimpan kotak susu, pastikan alumunium foil atau kantong susu, tidak dibuang. Biarkan masuk ke dalam kotak dan tutup rapat. Tujuannya adalah agar vitamin-vitamin tertentu tidak rusak ketika terkena cahaya.

Bunda Rini menjelaskan bahwa pola makan anak yang sesuai adalah 3 kali sehari ditambah dengan makanan ringan atau snack 3 kali pula dalam sehari. Kebutuhan nutrisi dalam proses tumbuh kembang anak sama pentingnya dengan stimulasi. Jadi pastikan kebutuhan nutrisi si kecil tercukupi.

Seperti Bunda Vera, pada sesi ini Bunda Rini juga menekankan, jangan sekali-kali memberikan gadget pada anak. Anak adalah peniru ulung. Dan gadget, bukan cuma handphone atau tablet. Televisi, juga termasuk gadget.

Nah, setelahs sesi tanya pemaparan dari para ahli selesai, peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Banyak tangan-tangan teracung. Dilanjutkan dengan sesi pertanyaan yang diajukan MC untuk mendapatkan doorprize. Kemudian acara ditutup dengan makan siang dan foto bersama.
Foto Bersama

Acara yang berlangsung mulai dari pukul 08 pagi hingga pukul 12 siang ini cukup seru. Selain menambah ilmu, juga menambah kenalan baru. Asyik deh, pokoknya.

Thursday, 25 August 2016

MENIKMATI KULINER TRADISIONAL KHAS MALANG

Ada yang tahu Kitab Mustika Rasa? Kitab tersebut adalah buku warisan Presiden Sukarno yang diterbitkan pada tahun 1967, membahas tentang kuliner tanah air. Menurut sejarah yang saya baca di Kompas.com, Presiden Sukarno dulunya sangat mencintai makanan tanah air. Bahkan ketika berkunjung ke luar negeri pun, beliau membawa juru masak dari tanah air. Hal yang lebih bikin salut lagi adalah, beliau tetap menyuguhkan makanan tradisional tanah air pada tamu-tamu dari luar negeri. Bagi Presiden, makanan tradisional adalah bagian dari budaya, jadi beliau memperkenalkannya pada tamu-tamu dari negara lain. Keren kan? Cinta Indonesia banget. 

Nah berbicara mengenai kuliner tanah air yang kelezatannya mendunia, saya termasuk pecinta kuliner tradisional. Alasan saya sederhana saja. Seenak-enaknya makanan luar negeri, tetap makanan tradisional juaranya. Maklum saya wong kampung.

Pada postingan kali ini saya akan membahas beberapa kuliner tradisional legendaris khas kota Malang. Saya bukan asli Malang, tapi saya pernah kuliah di salah satu universitas di sana. Baiklah, ini dia kuliner tradisional jadul terngehits di kota Malang.

1. BAKSO PRESIDEN
Alamat  : Jl. Batanghari no. 5 Malang 65111
Jam buka: 08-21.30 WIB
Asli enak apalagi kalau agak pesas

Bagi yang suka nonton acara jalan-jalan di televisi, pasti kenal dengan bakso ini. Beberapa stasiun televisi terkenal dan artis sering kemari. Yak, ini dia bakso Presiden, bakso yang jadi ciri khas kota Malang.

Itu dia gorengan-gorengan yang dipajang.


Itu dia daftar menunya.

Saya suka sekali makan di sini karena dari segi kebersihannya terjaga. Ada sertifikat halal juga, jadi nggak khawatir daging baksonya campuran daging non-halal. Terus kuah baksonya bening, nggak keruh, nggak bikin eneg, dan nggak bikin lidah merasakan sensasi seperti makan lemak. Kelebihan bakso Presiden ini adalah, variannya macam-macam. Ada tahu putih, siomay, aneka gorengan yaitu gorengan udang berbentuk bulat, gorengan berbentuk siomay kering, dan gorengan berbentuk lumpia. Saya paling suka gorengan udang. Asli gurih dan lezat banget, apalagi dicocol pakai kecap dan sambal. Ampun deh! Lupa kalau diet! Oya, bagi yang ingin mencoba menikmati bakso dengan cara lain, bisa juga lho pesan bakso bakar. Bakso bakar juga lezat dan bikin ketagihan.

Sensasi seru makan di pinggir rel.

Hal unik lainnya adalah, bakso yang sudah ada sejak tahun 1977 ini, tempatnya terletak di pinggir rel kereta api. Jadi kadang kalau makan bakso sambil bergetar-getar cantik jika ada kereta lewat. Harga bakso per porsi juga murah meriah. Saya pesan seporsi bakso campur pakai lontong sama minum teh botol cuma 17 ribu saja. Asyik kan?

2. HOT CUI MIE MALANG
Alamat : Jl. Kawi no 20-26, Mall Olympic Garden lantai 2, Malang
Jam buka: Pukul 10.00 – 22.00 WIB
 
Ini dia Kedai Hot Cui Mie



Rasanya gurih dan enak banget.
Aduh berbicara kota Malang, selain bakso, pasti ingat mi khas Malang yakni Hot Cui Mie. Ciri khas dari Hot Cui Mie adalah, mie-nya ditaruh di gorengan menyerupai mangkok, dan gorengan mangkok tersebut bisa dimakan. Sedap banget apalagi kalau sudah mulai agak lembek karena kuah.

Ini macam-macam menunya

Perbedaan mie pangsit biasa dengan mie khas Malang yang sudah ada sejak tahun 1970 ini adalah, penyajiannya. Hot Cui Mie menambahkan saos pedas, terus daging ayamnya dikasih tepung, bukan dicincang, jadi terasa kriuk-kriuk gurih. 
Satu hal yang paling berbeda dari segala mie kuah lainnya adalah, tekstur Hot Cui Mie kenyal-kenyal gimana gitu. Enak, pas. Nggak terlalu lembek, nggak terlalu tipis juga.  Dan yang paling saya sukai jika makan di sini adalah... Nggak eneg. 

Penampakan di dalam kedai Hot Cui Mie
Es Leci yang segar sekali
Selain rasa yang mantap surantap dan terjamin halal, harga untuk seporsi Hot Cui Mie murah lho. Saya makan semangkok Hot Cui Mie dan es leci habis 33 ribu saja. Bagi yang sedang travelling ke kota Malang, nggak ada salahnya mampir ke kedai mie khas Malang ini.

3. PIA MANGKOK
Alamat  : Jl. Semeru No. 25 Malang
Jam buka: 08.00 – 20.00 WIB

Penampakan toko Pia Mangkok. Fotonya agak buram karena banyak kendaraan

Plang Toko Oleh-oleh Pia Mangkok

Ini dia, pia favorit saya sepanjang masa


Membicarakan oleh-oleh khas Malang ini dia rajanya. Pia Mangkok. Berdiri sejak tahun 1959, Pia Mangkok makin berjaya dari waktu ke waktu. 

Pia rasa cokelat. Enak sekali.

Ciri khas dari Pia Mangkok adalah kulitnya renyah sekaligus sekali dan isinya lembut. Biasanya Pia Mangkok dijual fresh from the oven. Jadi kalau datang ke toko Pia Mangkok siang-siang kadang suka kehabisan. 

Harga sebungkus Pia Mangkok isi 5 cuma 11 ribu dan yang isi 24 buah adalah 50 ribu saja. Soal rasa, ah! Nggak enak sih. Tapi lezat sekali hehe.
Pia Mangkok berbagai rasa dan ukuran

Nah, karena saya sudah banyak mencicipi kuliner kota Malang, saya punya cita-cita ingin jalan-jalan di kota Bandung. Kenapa Bandung? Sebab Bandung dijuluki Surga Kuliner. Selain itu, cuaca di sana kan mirip-mirip sama Malang. Nggak terlalu terik maksud saya hehe.

Salah satu cara paling cepat dan hemat waktu untuk pergi ke Bandung adalah naik pesawat. Karena tujuan saya ke Bandung cuma buat jalan-jalan sambil makan, saya pilih tiket pesawat yang hemat aja, hunting via Airpaz. Syukur-syukur bisa gratis hehe. 

Jadwal pesawat Surabaya-Bandung


Jika gratis, saya mau pilih Citilink, berangkat dari Surabaya. Biarin berangkat sebelum subuh dari Malang. Biar di Bandung waktunya bisa lebih banyak. Saya pilih Citilink sebab harganya paling murah jadi uang saku saya lumayan berlimpah buat jajan. Ah, semoga impian saya terwujud. Halo, Bandung. Sambut saya di sana ya. Amin!

REFERENSI:
- http://www.airpaz.com/en/, diakses tanggal 23 Agustus 2016, pukul 18.00 WIB

Monday, 4 July 2016

KENA ANYANG ANYANGAN? INI SALAH SATU SOLUSINYA



Hai hai :). Kali ini saya mau sharing pengalaman ketika terkena anyang-anyangan. Kejadiannya sekitar akhir 2014 lalu. Bermula ketika dalam perjalanan kembali ke perantauan setelah habis mudik, selama dalam perjalanan saya nahan pipis. 
Saya lagi di bis

Nah, pas tiba di kos dan ke kamar mandi, eh tumben-tumbennya saya buang air kecil nggak bunyi “serr” ala-ala kran mengucur deras. Sebaliknya yang keluar cuma seuprit macam kran macet dan kurang “plong” rasanya. Begitu balik ke kamar, lha, kok kebelet pipis lagi. Jadilah saya bolak-balik ke kamar mandi dan nggak bisa tidur dengan nyenyak. Mana ada sensasi nggak nyaman lagi di bagian perut bawah dan panggul.

“Kalau anyang-anyangan, coba jempolnya diikat karet,” teman saya menyarankan begitu. Saya tahu saran tersebut nggak masuk akal. Tapi demi terbebas dari pipis yang bertahap, saya turuti saja. Saya ikat jempol kaki saya pakai karet gelang selama beberapa jam. Dan... Tadaaa! Jempol kaki saya sampai terasa kebas sementara anyang-anyangan masih saja berlangsung. 

Dua hari berlalu saya masih anyang-anyangan. Di titik itu sumpah saya kangen banget sama yang namanya pipis berbunyi "serr" ala-ala kran lagi dibuka. Duh, ternyata pipis dengan lancar itu rezeki dan harus disyukuri. Baru sadar kalo pipis nggak lancar malah bikin tersiksa tersiksa.

Kemudian saya cari alternatif lain. Saya pun coba browsing di internet. Tips yang di-share aneh-aneh. Ada yang nyaranin ngoles minyak kayu putih ke udel, minum air jeruk nipis. Saya merasa nggak ada relevansinya sama anyang-anyangan jadi saya mengabaikan tips-tips tersebut. Belum lagi informasi seputar anyang-anyangan berakhir horor. Pertanda penyakit inilah, itulah, oh ampun dije! Makin stres rasanya.

Didorong rasa was-was dan nggak tahan juga jadi “Ratu Kamar Mandi”, akhirnya saya pergi ke dokter. Syukurlah dokter yang memeriksa saya sabar, cantik pula. Begitu tiba giliran saya, bu dokter uluk salam sambil tersenyum. Ah, benarlah kata nasihat lama. Senyum itu bisa mendinginkan hati.


Lagi antre di dokter

Lalu mulailah bu dokter cantik memeriksa saya.
Dokter: “Kenapa?”
Saya  : “Pipis saya nggak lancar, Dok.”
Dokter: “Kenapa nggak lancar?”
Saya : “Saya abis nahan pipis pas dalam perjalanan.”
Dokter: “Oh, coba duduk.”
Lalu saya duduk, dokter pun meninju ringan bagian bawah punggung saya kanan dan kiri. “Sakit?” tanya beliau. Saya bilang “nggak.” Dokter kembali menyuruh saya tidur lagi dan beliau menekan perut bawah saya. “Sakit?” tanyanya. Saya bilang, “Agak kemeng (nggak nyaman).”
Dokter: “Pipisnya berdarah atau sakit?”
Saya menggeleng.
Dokter: “Demam?”
Saya juga menggeleng. Dokter manggut-manggut. Beliau bilang kalau saya kemungkinan kena gejala Infeksi Saluran Kemih. Kalau ada gangguan ginjal, pasti saya kesakitan pas beliau meninju ringan punggung bawah saya. Anyang-anyangan jika dibiarkan begitu saja akan menyebabkan terkena Infeksi Saluran Kemih betulan. 

Katanya terkena Infeksi Saluran Kemih lebih tersiksa lagi. Pipis berdarah, demam, dan menimbulkan rasa sakit buang air kecil. Saya jadi teringat cerita teman saya yang sampai mau nangis ketika pipis saking sakitnya. 

Saya jadi takut. Untung Bu Dokter termasuk tipe dokter yang menenangkan dan membesarkan semangat (semoga seluruh dokter di Indonesia seperti ini). Kata Bu Dokter, “Insya Allah nggak apa-apa. Kesembuhan itu juga dipicu oleh diri sendiri. Kalau patuh sama saran dokter, Insya Allah sembuh. Minum yang banyak, jangan nahan pipis. Kalau nggak, akan sakit berulang.” 

Saya dikasih antibiotik dan obat entah apalagi. Sekitar tiga hari kemudian, saya pun bebas anyang-anyangan dan pipis saya lancar seperti kran yang mengucur deras. Alhamdulillah, yes!

Nah, waktu kena anyang-anyangan saya tanya-tanya ke  Bu Dokter.

Apa sih penyebab anyang-anyangan itu? Ternyata faktor anyang-anyangan disebabkan oleh bakteri E. Coli. Menurut Bu Dokter, berikut beberapa hal yang bisa menjadi pemicu anyang-anyangan.

1. Suka menahan pipis.
Menahan pipis akan menyebabkan para bakteri mengumpul dan menempel di ujung saluran kemih. Lalu, terjadilah infeksi dan kita terkena yang namanya anyang-anyangan.
2. Kurang minum
Bu Dokter menyarankan agar saya banyak-banyak minum. Memang efeknya nanti akan lebih sering buang air kecil, tapi itu justru bagus. Sebab jika kita sering buang air kecil, para bakteri yang terkumpul di saluran kemih akan luruh bersama air seni.
3. Daerah V yang lembab.
Kondisi lembab pada daerah V memang disukai bakteri. Beberapa faktor yang memicu situasi di daerah V jadi lembab adalah:
- Keputihan
- Jarang ganti pembalut
- Jarang ganti underwear (eww)
- Bahan underwear yang kurang menyerap keringat
- Tidak menggunakan tisu atau handuk tiap habis buang air kecil
4. Hamil
Wanita hamil biasanya suka anyang-anyangan karena kondisi rahim yang membesar sehingga menekan kandung kemih. Akibatnya suka ada rasa ingin pipis terus.
5. Air dan toilet yang digunakan kurang bersih
Sebaiknya hati-hati kalau terpaksa masuk ke toilet umum. Biasanya kalau dalam perjalanan kan pipisnya di toilet umum ya. Nah, kalau pas mau pipis kondisi toilet lumayan bikin bergidik, mana airnya nggak jernih dan WC bikin meringis, lebih baik hunting toilet yang lebih bersih saja.
6. Cara cebok yang keliru
Cara cebok yang benar adalah dari arah depan ke belakang, agar bakteri E. Coli yang hobi berada di anus tidak terbawa ke daerah V dan saluran kemih.

PENCEGAHAN
Biar kita nggak termasuk wanita yang terkena gejala Infeksi Saluran Kemih, ada baiknya kita melakukan pencegahan. Bagaimanakah cara mencegahnya? 

Berikut beberapa tips yang saya adopsi dari saran dokter.

1. Minum yang banyak tapi jangan suka nahan pipis
Salah satu penyebab malas sering-sering minum adalah malas pipis. Iya nggak? Padahal sering pipis selama lancar tanpa gangguan justru nggak masalah. Banyak minum kan bagus untuk ginjal, selama nggak terlalu berlebihan.

Kalau minum sudah banyak, jangan suka nahan pipis. Kadang walaupun nggak dalam perjalanan, jika sudah asyik ngerjain sesuatu suka lupa kalau kebelet pipis. Iya kan? Jadi ditahan-tahan aja sampai berjam-jam. Ini kebiasaan yang wajib dihilangkan, bahkan perlu bikin resolusi kali ya “Saya nggak boleh nahan pipis selamanya” gitu. 

Kebiasaan menahan buang air kecil selain memicu terjadinya Infeksi Saluran Kemih, juga jadi pemicu terjadinya kencing batu lho, kata dokter. Hiii, ngeri! Pokoknya sebisa mungkin “say no to nahan pipis.”  
2. Perhatikan kebersihan daerah V
Pakailah underwear berbahan katun atau kaos yang bisa menyerap keringat. Gunakan tisu atau handuk kecil tiap habis buang air. Kalau lagi menstruasi, usahakan mengganti  pembalut atau pantyliner tiap 4 jam sekali. Pokoknya usahakan sebisa mungkin, daerah V kering dan nyaman.Daerah V yang lembab jadi hunian yang nyaman bagi bakteri.
3. Toilet yang bersih.
Kalau masuk toilet umum dan harus menggunakan toilet duduk, lap dulu dudukannya dengan tisu. Kalau bisa sih tisu basah ya. Bisa bayangkan berapa ratus atau ribu pantat yang duduk di situ dalam sehari. Eww!

Saya sih jujur saja, lebih suka toilet jongkok kalau sama-sama bersih. Karena nggak perlu berbagi “dudukan toilet” dengan orang lain hehe.

Jika cebok menggunakan gayung, biasanya saya mengambil air yang langsung mengucur dari kran. Takutnya jika pakai air yang tertampung di ember, kebersihan airnya kurang terjaga.

4. Menjaga daya tahan tubuh
Biasanya infeksi terjadi kalau imunitas tubuh kita menurun. Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh adalah perbanyak asupan sayuran dan buah, cukup gizi, dan cukup istirahat. 

Nah, kalau sudah terkena anyang-anyangan apa yang harus dilakukan?
Harusnya sih minum obat ya. Jangan dibiarin biar nggak kena Infeksi Saluran Kemih.

Dulu sebelum ke dokter saya coba cari obat herbal lewat internet tapi nggak ada yang sreg. Nggak sreg-nya karena kurang meyakinkan aja. Obat tersebut nggak ada website, fanspage juga. Cuma testimoni-testimoni dari orang yang pernah menggunakan. Lagi-lagi saya nggak percaya.

Hingga akhirnya suatu ketika teman saya yang berdomisili di Jakarta bercerita kalau dia abis kena Infeksi Saluran Kemih tapi sudah lumayan parah. Cerita pun bergulir dan ujung-ujungnya dia memberitahu kalau anyang-anyangan nggak perlu panik lagi. Sebab sekarang sudah ada Prive Uri-cran

Penasaran, browsing lah saya. Ternyata Prive Uri-cran ada website dan ada Facebook-nya juga.

Kasih komen di postingan Facebook Prive Uri-cran

Berarti bukan produk abal-abal dong. Apalagi yang memproduksi adalah Combiphar. Saya like aja fanspage tersebut, trus saya stalking aja akunnya buat menggali informasi. 

Menurut yang saya baca di Facebook Prive Uri-cran tersebut, 5 dari 10 wanita pernah terkena Infeksi Saluran Kemih. Wanita memang lebih mudah terkena ISK dibanding pria sebab jarak antara anus dan uretra lebih dekat. Wow! Rawan banget! 

Prive Uri-cran mengandung ekstrak Cranberry yang bisa membantu mengatasi anyang-anyangan. Saya kan wong kampung ya, jadi belum tahu wujud cranberry dan manfaatnya. Penasaran pun berlanjut. Setelah browsing saya baca-baca artikel. Menurut yang saya baca di Okezone.com, ternyata jus Cranberry memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya adalah mencegah Infeksi Saluran Kemih.  Sebab Cranberry mengandung proanthocyanidins yakni antioksidan yang bisa membuat bakteri nggak akan melekat pada saluran kemih sehingga bakteri nggak menyebarkan infeksi.

Ini dia buah cranberry (sumber dari sini)


Selain mengandung ekstrak cranberry, Prive Uri-cran juga dikemas praktis dalam bentuk kapsul. Satu dus ada 30 kapsul yang tiap kapsulnya mengandung 250 mg ekstrak cranberry. Aturan minumnya 1-2 kapsul per hari.

Prive Uri-cran dalam bentuk kapsul (Sumber dari sini)

Nah, buat yang nggak bisa minum kapsul dan harus nyari pisang lebih dulu, nggak usah ribet-ribet. Prive Uri-cran juga tersedia dalam bentuk serbuk sachetan yang satu dusnya ada 15 sachet. Tinggal seduh sama air dingin, ugh lala, kebayang deh kesegarannya. Oya, untuk yang serbuk, per sachet Prive Uri-cran mengandung 375 mg ekstrak cranberry. Aturan minumnya 1-2 sachet per hari.
Prive Uri-cran dalam bentuk minuman serbuk (Sumber dari sini)

Prive Uri-cran terbuat dari bahan alami sehingga aman dikonsumsi termasuk oleh ibu hamil.

Ngomong-ngomong, lebaran sudah dekat. Itu artinya saya akan bersilaturrahim ke luar kota. Ada kemungkinan jatah minum saya berkurang dan aksi menahan pipis. Maka dari itulah saya hunting Prive Uri-cran di apotek-apotek kota Malang. Baru beberapa apotek kecil dan saya belum menemukan. Menurut info sih adanya di apotek Kimia Farma atau Guardian. Semoga lain waktu saya bisa ke apotek tersebut, bia beli, buat jaga-jaga kalau anyang-anyangan datang.

Selamat mudik bagi yang mudik, selamat bersilaturrahim, semoga selamat dalam perjalanan, dan jangan lupa bawa Prive Uri-cran untuk mencegah anyang-anyangan :).


Sumber:
- http://www.mypriveworld.com/product/ dibuka tanggal 3 Juli 2016 pukul 08.30

- https://web.facebook.com/priveuricran/?fref=ts dibuka tanggal 3 juli 2016 pukul 08.00