Wednesday, 12 April 2017

BANK SAMPAH, SOLUSI MENJADIKAN SAMPAH BERNILAI EKONOMIS

Jalan di desa saya




Saya lahir di sebuah desa yang terletak di kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebuah desa yang mayoritas penduduknya adalah petani sekaligus peternak. Rata-rata para penduduk di sini menanam padi, jagung, dan tebu. Selain bercocok tanam, mereka juga memiliki ternak seperti sapi, kambing, ayam, angsa, kelinci, dan burung.



Infrastruktur di desa saya sudah bagus

Meski desa saya termasuk jauh dari kota, sekitar 30 menitan naik mobil, tapi insfrasutruktur di sini sudah cukup bagus. Jalan sudah diaspal, listrik sudah ada, air bersih juga melimpah, sanitasi juga sudah lumayan. Mayoritas penduduk di desa saya sudah memiliki kamar mandi sendiri. Meskipun tetap ada segelintir penduduk yang memilih pergi ke sungai atau selokan di pinggir sawah jika musim hujan. Menurut mereka, selokan di pinggir sawah banyak memancarkan mata air kalau musim hujan. Air bersih yang mengalir di sana dimanfaatkan penduduk untuk mandi dan mencuci baju.

Hal yang menjadi masalah saat ini di adalah sampah. Jika musim kemarau sampah tinggal dibakar saja. Namun memasuki musim hujan yang cukup panjang, para penduduk kesulitan membakar sampah. Apalagi jika hujan turun setiap hari. Sampah-sampah yang sudah ditumpuk jadi basah dan bau.

Selokan yang dijadikan tempat pembuangan sampah

Akhirnya para penduduk membuang sampah di selokan. Jadi ada selokan besar di salah satu sudut jalan. Sampah organik maupun anorganik terkumpul di sana. Sampah-sampah tersebut akan hanyut terbawa aliran air jika hujan turun. Memang sejauh ini kampung saya belum pernah kebanjiran. Namun, sampah-sampah yang terhanyut bisa menyumbat saluran air. Akibatnya beberapa penduduk terpaksa turun tangan sambil hujan-hujanan demi melancarkan aliran air. Selain itu, air yang mengandung kotoran ternak dan sampah organik tersebut akan mengaliri selokan-selokan, bahkan sampai ke sawah dan ke sungai. Apa jadinya jika air sungai atau selokan dimanfaatkan penduduk untuk mandi dan mencuci pakaian? Jadi tidak higienis kan?

Sampah yang ikut aliran air

Sejauh ini, masyarakat di kampung saya kurang aware perihal sampah. Meskipun termasuk masyarakat yang masih teguh memegang adat isiadat,  namun adat istiadat di kampung kami tidak memberikan pengaruh terhadap penanganan sampah. Para pemuda yang sudah mengenyam pendidikan tingkat SMA dan universitas pun juga adem ayem saja. Mungkin karena para penduduk sudah terbiasa membuang sampah di selokan sejak dulu kala.

Saya pernah bertanya pada salah satu guru terkait masalah sampah ini. Tanggapan beliau datar-datar saja. Menurut beliau, sudah wajar jika para penduduk membuang sampah di selokan atau dibakar. Karena di desa kan memang tidak ada TPA. 

Nah! TPA! Awalnya saya pikir, mungkin jika dibangun TPA seperti di kota-kota masalah sampah akan beres. Tapi setelah saya pikir ulang, sepertinya keberadaan TPA di desa-desa belum menjadi solusi yang tepat. Sebab warga pasti akan ditarik iuran sampah bulanan. Sementara itu, warga di kampung saya mayoritas adalah petani yang hidup sederhana. Bagi mereka, uang 2 ribu rupiah saja tergolong sayang dikeluarkan jika tidak berkaitan dengan masalah kepentingan perut. 

Suatu ketika saya melakukan kunjungan ke Balai Besar Penelitian kota Batu, Jawa Timur. Di sana sedang diadakan penelitian tentang biogas yang diperoleh dari kotoran ternak yakni sapi. Para petani yang tinggal di sana juga sudah mulai menggunakan biogas dari kotoran sapi untuk memasak. Keren kan?

Kotoran ternak yang akan diolah jadi biogas

Memasak dengan biogas

Menghidupkan listrik dengan biogas

Saya jadi terpikir. Jika saja di kampung saya ada bank sampah, mungkin masalah kebersihan akan teratasi. Jadi dalam bayangan saya, para penduduk nantinya mengumpulkan sampah yang sudah dipilah baik itu organik dan anorganik. Kemudian sampah disetor ke bank sampah lalu pegawai bank sampah membayar sampah yang sudah diserahkan. Misalnya sekilo kertas dihargai 2 ribu. Sekilo plastik dihargai seribu. Sekilo kotoran ayam harganya seribu misalnya. Pasti para penduduk akan giat dengan sendirinya untuk mengumpulkan sampah. Mereka akan sayang buang sampah sembarangan karena satu sampah saja sudah ada nilainya. Nantinya bank sampah akan mengolah limbah rumah tangga menjadi energi. Jadi gas metan misalnya. Energi itulah yang nanti bisa dimanfaatkan untuk memasak dan menyalakan listrik. Seperti biogas-biogas yang sudah mulai digunakan di kota Batu tersebut.

Saya juga pernah membaca di sebuah artikel tentang kampung mandiri. Di sana, sampah-sampah diolah menjadi gas metan yang bermanfaat untuk memasak dan menjadi sumber listrik.  

Jika desa lain bisa, semoga saja desa saya bisa mengatasi masalah sampah.

(Tulisan ini diikutkan untuk lomba #InfrastrukturKitaSemua)










Sunday, 19 March 2017

Pengalaman Menjalani Treatment Wajah di Karadenta Klinik

Saya tipe cewek yang gemar merawat wajah. Sebab dulu pernah jerawatan besar-besar parah sampai tingkat kepedean saya anjlok. Urusan merawat wajah, saya sangat disiplin. Pagi dan malam nyaris tak pernah absen membersihkan wajah dan mengoleskan krim malam, bahkan di dalam kendaraan sekalipun. 

Pada tanggal 18 maret lalu, ada tawaran melakukan treatment gratis senilai satu juta di Karadenta Klinik Malang. Merasa tertarik, saya ikutan deh. Mumpung lagi ada di Malang. Jadwal saya jam 1 siang.

Sebetulnya saya nyaris batal berangkat ke Karadenta Clinic karena hujan deras dan macetnya ampun-ampunan. Tapi udah terlanjur berjanji ya sudahlah. Saya berangkat saja. Syukurlah hujannya segera reda.

Di Karadenta saya disambut ramah oleh seorang resepsionis cantik berkerudung biru. Saya nggak sempat motret beliau karena diminta segera naik. Di atas, kulit wajah saya diperika melalui alat yang berfungsi memotret wajah kita sekalian hasil analisisnya.

 "magic mirror" ini yang motret wajah saya

Setelah melepas kerudung dan dipotret, hasil analisis kulit saya keluar. Poin-poin yang disebutkan benar seperti misalnya jenis kulit saya normal dan agak sensitif. Nah, yang bikin saya shock adalah, sensitivitas wajah saya ternyata tinggi. Sekitar 88 persen. Olala! Saya kaget banget. Nggak nyangka aja kalau tinggi. Terus saya dianjurkan untuk melakukan treatment yang namanya “Rejuve Whitening.” Mungkin karena di dekat bibir kanan saya ada bekas jerawat, jadi biar bekasnya memudar trus ilang.

Kemudian saya dipanggil dan masuk ke ruangan treatment. Mesin-mesin canggih ada di sana. Lagi-lagi saya nggak sempat motret karena tas saya disimpenin sama Mbak Terapis. Mulailah saya diminta berbaring setelah sebelumnya diminta mengenakan penutup kepala. Trus dada saya ditutupi handuk kecil.

Treatment pun dimulai. Penasaran ingin tahu tahap treatment “Rejuve Whitening”? Ini dia.

1. Pembersihan wajah

Wajah saya dibersihkan dengan sabun, dipijat lembut, kemudian dibersihkan dengan spons basah. Tahap berikutnya adalah pembersihan dengan cleansing milk. Enak sekali rasanya, cleansing milknya diratain pakai alat. Rasanya anget-anget gimana gitu. Oya, pada tahap ini saya diminta megang semacam penghantar. Kemudian wajah saya dibersihkan dengan cleansing oil, yang berfungsi untuk menghilangkan minyak di wajah.

2. Black Doll

Black doll ini treatment dengan cara dilaser, fungsinya untuk meregenerasi kulit. Sebelum treatment dimulai, mata saya diberi kapas, lalu ditutup dengan penutup mata warna hitam. Berikutnya, mulailah wajah saya dilaser. Rasanya cekit-cekit dikit seperti digigit semut. Yang paling bikin kaget-kaget ketika laser mulai menyapu bagian atas pipi saya.

3. Laser dengan gel IPL

Wajah saya dikasih semacam gel, lalu ada alat yang mengusap-usap wajah saya. Rasanya dingin-dingin hangat. Fungsi treatment ini adalah untuk mencerahkan kulit.

4. Microdermabrasi

Tujuan treatment ini adalah untuk mengangkat sel kulit mati. Jadi wajah saya diusap alat yang sensasinya seperti ditarik dan dicubit. Setelah sesi ini selesai, terapis menunjukkan pada saya seberapa banyak sih sel kulit mati pada wajah saya. Ternyata... Jeng jeng! Sedikit banget hehe. Syukurlah. Hehehe.

5. Masker

Masker yang saya pakai adalah masker peel of. Pemakaiannya sebentar banget. Kurang lebih 5 menit.

6. Serum dan sunblock

Setelah dimasker, wajah saya dibersihkan kemudian diolesi serum.  Setelah serum di wajah kering, barulah wajah saya diolesi sunblock.


Wedang jahenya enak heh

Abis treatment, saya disuguhi wedang jahe hangat di ruang tunggu. Terus, bagaimanakah efek ke wajah saya?? Waah, wajah saya jadi terasa kenyal dan lembuut banget. Kan saya langsung video call sama sahabat buat pamer. Eh, dia bilang wajah kamu jadi lebih cerah ya. Gitu katanya. Teman-teman saya juga bilang begitu. 


Kiri: mau dilaser, kanan: setelah ditreatment


Terima kasih Karadenta Clinic :). Seneng deh. Ada yang tertarik? Datang aja ke Karadenta Klinik Malang yang terletak di Ruko WOW Blok AP1/15 (Sebelah God Bless Cafe) Sawojajar Malang. Kalau kebingungan, bisa telepon dulu ke 0341 – 3029834. Jam operasionalnya mulai dari senin sampai sabtu, pukul 10.00 hingga 18.00 malam.

Bagi yang penasaran, bisa dilihat-lihat dulu di akun medsos Karadenta Klinik yaitu:
- website                = www.karadentaclinic.com
- instagram            = @karadentaclinic
- Twitter                 = @karadentaclinic
- Facebook page    = Karadenta Clinic
- Youtube channel= Karadenta Clinic

Wednesday, 8 March 2017

PENGALAMAN SERU MENGERJAKAN BUKU "AYO BERSEMANGAT" DAN "AYO KE SEKOLAH"

Seseorang pernah berkata pada saya. “Kamu tahu nggak, bagiku hidupmu penuh kejutan.” Waktu itu saya cuma senyam-senyum. Eh? Kejutan? Kejutan yang bagaimana dulu nih? Manis atau nohok? Hehehe. Saya pikir semua orang punya momen dapat kejutna yang bikin tertawa, terharu, dan menangis. Sama saja. Cuma mungkin di mata someone ini, hidup saya ajaib dan penuh kejutan. Jadi kenapa dia berkata seperti itu? Begini ceritanya.

Akhir tahun 2015 lalu, saya iseng bikin naskah tentang dongeng bertemakan semangat dan sekolah. Alasan saya waktu itu, simple. Ingin berbagi semangat. Sebab punya semangat itu rezeki banget. Ketika seseorang dalam kondisi minus sekalipun, dia bisa happy kalau punya semangat. Tapi manakala seseorang dalam kondisi surplus sekalipun, dia bisa down untuk hal-hal sepele karena nggak punya semangat. So, bagi saya, semangat itu rezeki. Saya ingin berbagi semangat pada anak-anak melalui cerita, agar anak-anak zaman sekarang memiliki semangat yang berkobar-kobar. Aamiin 3x.

Nah. Pas lagi proses pembuatan buku ini, Bapak saya wafat. Mendadak. Jadi pagi masih bercanda. Malam, udah wafat. Saya shock. Tapi masih waras. Alhamdulillah, nggak heboh nangisnya. Bukan karena saya nggak dekat. Kami deket buanget. Mungkin karena Bapak adalah orangtua kandung terakhir, jadi begitu wafat, saya udah harus mikir ini itu. Kesibukan dan ngurus macam-macam menjadi salah satu hal yang bikin kesedihan itu teralihkan. Bukan hilang mendadak.

Nah, pasca Bapak wafat. Saya sering terkenang kalau lagi nggak ngapa-ngapain. Suatu ketika saya lagi galau berat. Ada hal yang bikin saya stuck dan kalo dipikirin bukannya ada solusi malah bikin bete hahaha. Bete itu bercampur mellow karena kangen orangtua. Bagi yang ngecap saya strong. Keliru besar! Saya pernah merasa down dan dont know what to do. Saya ingat waktu itu, bulan Juli tanggal 1. Karena itu ulang tahun saya. Etapi saya galau bukan karena ultah nggak ada ortu. Ada hal yang harus dikerjakan dan saya nggak bisa.

Malam-malam, saya duduk di sofa. Bete. Galau. Puyeng. Saya membatin. Ya Allah, mohon beri saya kejutan manis dan buatlah saya tersenyum. Trus udah deh, saya mainan Facebook dan Instagram. Random aja mainnya. Di situ saya tahu ada akun Bapak Krishna Murti. Pak Polisi satu ini kan ngehits banget. Apalagi waktu itu kasus racun lagi rame-ramenya.

Jujur, saya senyam-senyum baca status beliau. Lucu. Saya suka baca postingan beliau. Akhirnya, karena kurang kerjaan, saya kepo sama IG beliau. Saya follow deh. Dan keisengan saya berlanjut. Saya screenshot foto beliau di IG, saya ingat waktu itu beliau lagi pakek sarung tangan, candid gitu fotonya. Wajahnya nggak jelas. Beliau lagi di TKP. Saya suka foto itu. Abis saya screenshot, saya post di IG, saya tag beliau. Hahaha, ups!

Saya bilang kurang lebihnya: Saya ngefans sama Pak Polisi ini. Di TV kayaknya galak. Tapi di medsos lucu. Ngarep banget difollback, yah itung-itung sebagai hadiah ulang tahun saya.

Saya melakukan keisengan itu tanpa ngarep apapun. Just for fun aja. Abis itu, udah deh. Saya BBMan sama teman. Tiba-tiba ponsel saya berdenting. Dan saya terperangah. What??? Pak Krishna Murti follow me back betulan. Hahaha. Saya senyam-senyum sampe gigi rasanya mau kering. Ya Allah, terima kasih. Saya kembali tersenyum, untuk hal yang amat sepele.

Sudah deh. Entah kenapa, efek senyum itu dahsyat sekali. Saya merasa keruwetan beberapa menit lalu terurai dan ya, saya merasa baik-baik aja. Masalah yang harus dihandle belum beres tapi ah, biarin. Ada masanya beres, ada masanya ruwet hahaha. Waktu pun berlalu. Bulan berganti. Naskah tentang semangat dan sekolah, udah beres diilustrasi.

Kan ada naskah sebelumnya juga, udah diendorse sama salah satu penulis best seller. Masih proses coloring sekarang. Saya kepikiran. Naskah yang semangat dan sekolah ini, kalau diendorse enaknya sama siapa ya? Saya nggak kepikiran minta tolong Pak Krishna awalnya. Beberapa orang saya hubungi, harus antre superlama. Khawatir bakal keburu dicetak, saya menyerah. Entah apa yang ada di kepala saya, tahu-tahu.. TING!

Hei! Kan di naskah semangat ada kisah polisi. Saya bikin cerita itu karena dulu cita-cita saya jadi polisi. Terus karena saya kecil mungil, saya bikin cerita polisi kecil. Saya ingatlah sama Pak Krishna. Maka dengan level pede kelas wahid, saya iseng DM Pak Krishna. Saya udah prepare. Kalau beliau nggak mau. Its okay. Nggak apa-apa. Beliau kan sibuk berat.

Abis DM, saya mulai sibuk dn kembali berpuyeng-puyeng ria, lupa sama DM. Eh tahu-tahu DM saya dibalas. Dari beliau. Alamak! Saya melotot dibuatnya. Saya minum pun sampai tumpah-tumpah wkwkwk. Beliau bilang “boleh”, yang kalau saya tebak, beliau mungkin ngetiknya juga sama isengnya sama saya. Just “boleh”. Saya tanya lagi, saya minta email buat kirim sinopsis. Nggak dibales. Ya udah saya maklum.

Tapi perasaan saya mengatakan, karena dia bilang “boleh” berarti itu semacam agreement nggak formal. Saya DM lagi. Saya tulis sinopsis cerita via DM. Dengan penutup: Kalau Bapak sibuk dan tidak sempat memberikan endorsment, tidak mengapa. Saya bisa mengerti.

Saya nulisnya dari hati terdalam. Asli saya paham betul kalaupun beliau nggak bisa. Eeeh, dibales. Beliau suka sama cerita saya dan beliau kasih nomor wa. Saya diminta wa beliau. Jreng! Oh man! Surprise banget kan? Begitulah hehehe. Beliau kasih endorse via wa. Aslinya sih berliku-liku. Ada momen pas ditagih, Pak Krishna lagi mumet katanya. Lagi nge-hang. Pokoknya ada aja yang bikin tertunda. Jadi saya bolak-balik kontak beliau. Hingga akhirnya perkara endorsment beres! 

Oya. Pak Krishna ini menurut saya orangnya efisien. Sopan banget. Friendly tapi formal. Momen lucu adalah ketika saya wa nagih endorsment. Beliau semangat nulis endorsment puanjang luebar. Eh eh tapi ada yang janggal. Dia nyebut “karya anak-anak Indonesia.” Saya pun wa balik. Saya bilang, “Bapak, saya bukan anak-anak.” Hiih, lha wong foto saya jelas-jelas bukan anak-anak kok. Saya baper. Di dunia nyata dikira anak sekolahan eh, di wa pun demikian. Terus Pak Krishna bilang, “Oh. Maaf, Mbak.” Eaaa, Pak Krishna. Masa anak-anak punya wa.

Endorser berikutnya adalah Pak Ippho. Saya pilih Pak Ippho karena kan beliau motivator. Kalau Pak Ippho, saya kontak ke managementnya. Sekali wa, langsung reaksi mereka bagus. Apa-apa yang harus disiapkan juga mereka sebutkan. Pak Ippho-nya keliling terus jadi saya berkomunikasi dengan tim management beliau. Kalau ke Pak Ippho, maunya dikirimi naskah lengkap. Jadi naskah saya diliat dulu baru beliau kasih keputusan. Akhirnya beliau berkenan kasih endorsment. Tim management Pak Ippho ramah bangeeet. Helpful juga. Hangat gitu. Ke saya nih kayak kenal lama, ramah. Seneng deh.

Jadi ketagihan minta endorse soalnya banyak hal yang bisa saya pelajari dari orang-orang seperti mereka. Mereka kan sosok-sosok populer ya. Termasuk Pak Ippho juga, meskipun saya berkomunikasi dengan beliau melalui tim managementnya.. Pokoknya ketika berinteraksi sama saya, nggak ada itu gap senior-junior. Baik Pak Krishna maupun tim Pak Ippho, aduh friendly banget. Saya kayak bukan orang asing. Pembawaan mereka pas ngobrol tuh santai banget. Formal tetep. Sopan tetep. Tapi santai banget. Kadang bercanda, kadang memotivasi, pokoknya seru.

Begitulah pengalaman saya berinteraksi dengan Bapak Kombes Pol Krishna Murti dan tim dari Bapak Ippho Santosa.Untung galau ya? Kalo nggak galau, mungkin saya nggak akan kepoin akun Pak Krishna hehehe. Bagi yang ingin tahu kenapa sih, mereka mau endorse buku saya? Ini dia sekilas tentang isi buku “Ayo Bersemangat” dan “Ayo ke Sekolah” .

Judul buku: "Ayo Bersemangat" dan "Ayo ke Sekolah"
Penulis     : Widya Ross
Ilustrator  : Rizqia Sadida, Lisa Olivia, Ika Refita, Herni Nurul, Melani Putri
Harga      : Masing-masing harganya 63 ribu saja
Penerbit   : Bhuana Ilmu Populer
Terbit       : 20 Februari 2017
Halaman : 100 halaman
Cerita       : 10 dongeng

Yuk dapatkan buku ini di toko buku terdekat :).

Cover depan

Cover belakang

Cover depan

Cover belakang

Daftar isi buku "Ayo Bersemangat."

Daftar isi buku "Ayo ke Sekolah."

Salah satu ceritadan ilustrasi dalam buku "Ayo Bersemangat."


Salah satu cerita dan ilustrasi dalam buku "Ayo ke Sekolah"



Tuesday, 28 February 2017

TIGA POIN PENTING UNTUK MEMBENTUK ANAK BERKEPRIBADIAN BAIK, SEHAT, DAN CERDAS

Tanggal 25 Februari 2017 lalu saya ikut seminar Dancow Parenting yang diadakan di Hotel Atria Malang. Tema yang diusung Dancow saat itu adalah “Berkata IYA BOLEH untuk EKSPLORASI Membuka Potensi Maksimal Si Kecil.” Saya datang bersama sahabat saya, Mbak Rf Dhonna. Peserta yang hadir banyak sekali. Sekitar 600-an orang.

Saya beruntung bisa hadir di acara tersebut. Walaupun belum menikah, saya nekad saja datang demi menimba ilmu. Acara mulai semarak ketika Mbak Shahnaz memasuki ruangan. Beliau komunikatif sekali memandu jalannya acara seminar. Jika biasanya saya suka ngantuk kalau seminar, waktu di Dancow Parenting Seminar malah tidak.
Mbak Shahnaz  yang pembawaannya ceria dan seru

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Dr. dr. Soedjatmiko, selaku dokter spesialis anak. Menurut beliau, ada tiga poin penting untuk membentuk anak sehat, cerdas, kreatif, ceria, dan berperilaku baik. Tiga poin tersebut antara lain: kasih sayang, nutrisi, dan eksplorasi.

Eyang Soejatmiko kadang kasih aksi pertunjukan sulap lho

Menurut beliau, kasih sayang bisa membentuk kepribadian yang baik antara lain: membuat anak-anak jadi ceria, berani bereksplorasi, ulet, tangguh, sabar, dll. Saya jadi ingat anak tetangga di kampung. Karena kurang kasih sayang orangtua, dia tumbuh jadi anak yang pemarah. Ternyata kasih sayang orangtua begitu besar berdampak pada kepribadian anak.

Selain kasih sayang, nutrisi yang lengkap bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan perlindungan mereka. Salah satu masalah terkait gizi anak di negeri ini adalah kasus gizi buruk. Untuk mengetahui apakah gizi yang diberikan pada si kecil sudah lengkap atau belum, bisa dilihat dari pertumbuhan berat badan balita di posyandu alias penimbangan rutin. Jika berat badan anak terus bertambah, berarti pertumbuhannya bagus dan kecukupan nutrisinya terpenuhi.

Faktor berikutnya adalah stimulasi dan eksplorasi. Stimulasi itu merangsang semua potensi-potensi anak supaya berkembang optimal, seperti diajak bermain bersama, dibacakan buku cerita, mewarnai, dll. Sementara ekplorasi berarti membiarkan anak boleh menjelajah, mencoba, mendalami, berdasar rasa ingin tahu anak. Proses eksplorasi sendiri disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Eksplorasi bisa dilakukan melalui mata, telinga, tangan, mulut, kaki, otak, dan badan. Contoh bereksplorasi adalah membiarkan si kecil bermain hujan-hujanan.

Usai sesi Pak Soedjatmiko, berikutnya adalah pemaparan dari seorang psikolog yaitu Ibu Ratih Ibrahim MM. Bu Ratih membawakan materi dengan kocak dan sangat friendly, sebab beliau waktu kecil tinggal di Malang. Jadilah kadang-kadang berbicara menggunakan bahasa Jawa. Seru!

Bu Ratih yang kocak banget

Nah! Pada sesi ini, Bu Ratih menjelaskan bahwa cinta orangtua berperan sangat penting terhadap pertumbuhan anak. Menyayangi anak bukan berarti melarang anak untuk berbuat ini itu dengan alasan akan membahayakan sang anak. Membiarkan anak bereksplorasi selama aman dan terlindungi, berarti membuka peluang agar potensi si kecil berkembang optimal.

Jadi jika ada anak menurunkan panci-panci dapur misalnya, jangan buru-buru dilarang. Selama tidak berbahaya, biarkan saja. Sebab anak usia 1-5 tahun sudah merupakan bayi lagi. Rentang usia itu disebut usia bermain, usia beresplorasi, dan usia bertanya. Apabila si kecil sedikit-sedikit bertanya, dijawab saja. Dijawab baik-baik, sambil ditatap penuh kasih sayang. Karena memang usia tersebut adalah masa-masa anak dihinggapi rasa ingin tahu yang sangat besar. Biarkan anak bereksplorasi untuk merangsang stimulasi. Sebab dengan bereksplorasi, anak akan bisa belajar sambil bermain. Contoh permainan yang bisa merangsang stimulasi anak adalah lompat tali, petak umpet, menari, bermain pasir, dll.

Kunci utama dari pengasuhan anak antara lain:
  1. investasikan waktu untuk si kecil setiap hari. Waktu di sini tentunya waktu yang berkualitas. Bu Ratih bercerita 50 sekian persen ibu yang berkonsultasi dengan beliau adalah ibu rumah tangga. Tidak bekerja di luar rumah. Namun anaknya justru bermasalah. Kenapa? Sebab quality time-nya kurang. Ibu-ibu lebih suka buka-buka ponsel daripada berinteraksi dengan si kecil.
  2. Fokus. Seperti yang saya sebutkan di atas, fokuslah pada si kecil. Memang agak melelahkan. Tapi percayalah. Masa-masa tersebut cepat sekali berlalu. Nikmati saja momen tersebut.
  3. Lakukan secara terus menerus.

Sebagai penutup sesinya, Bu Ratih mengatakan bahwa masing-masing orangtua adalah orangtua terbaik bagi anaknya. Ada berbagai macam ilmu parenting. Tidak perlu bingung. Terapkan saja sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Pemateri berikutnya adalah Ibu Rita Ramayulis, seorang nutrisionist yang kerap wara-wiri di televisi. Biasanya ada di Net TV. Pada sesi ini, Bu Rita banyak membahas tentang nutrisi. Pada sesi ini pula, saya dibuat tertegun dan bolak-balik berkata “Oo”. Ya maklumlah, belum menikah. Tapi untung saja ada kesempatan untuk hadir di acara ini.

Bu Rita yang imut tapi penuh semangat

Menurut Bu Rita, pada usia 1 tahun plus, perkembangan otak anak sudah mencapai 85%. Jadi pada masa-masa ini, dibutuhkan nutrisi yang cukup untuk menunjang perkembangan otak anak. Fakta lain menurut Bu Rita, masih banyak anak berusia di atas satu tahun yang kekurangan zat besi, vitamin C, vitamin A, dan asam folat. Hal itu dipicu oleh kekurangan nutrisi. Selain itu, fakta lain menyebutkan bahwa anak usia 1-5 tahun pernah mengalami diare dan terkena infeksi saluran pernapasan. Fakta yang paling saya hapal adalah, masalah yang terjadi pada anak Indonesia adalah: kurus, gemuk, dan pendek. Kan saya pendek, jadi saya merasa tertampar hehehe.

Saya baru tahu kalau pendek bukan dipicu oleh faktor keturunan saja. Orang Jepang buktinya. Dulu mereka pendek-pendek. Sekarang mereka tinggi-tinggi. Nutrisi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi badan. Maka dari itulah pada usia 1-2 tahun, cukupilah nutrisi si kecil. Nutrisi yang mempengaruhi tinggi badan si kecil adalah protein dan kalsium.

Protein bisa didapatkan di kacang-kacangan, tempe, tahu, daging, ikan. Sementara kalsium bisa diperoleh melalui, susu, keju, ikan (ikan yang dimakan bersama tulang seperti ikan teri). Tapi harus diingat. Kalsium akan terhambat proses penyerapannya jika makanan terlalu asin alias kebanyakan garam. So, info penting nih buat saya, jangan makan makanan asin biar kalsium bisa terserap dengan baik.

Info penting lain yang saya dapat dari sesi Bu Rita adalah, jika menginginkan anak-anak kita jadi tinggi, cukupilah kebutuhan nutrisinya pada usia 1 tahun ke atas. Jika usia tersebut telah terlampaui, ada masa-masa yang berpengaruh pada tinggi badan seseorang. Untuk perempuan di usia 9 tahun, untuk laki-laki, pada usia 13 tahun. Jadi berikanlah nutrisi yang optimal pada usia-usia tersebut.

Masih menurut Bu Rita, perlindungan kesehatan kita, dimulai dari saluran cerna. Dalam saluran cerna ini ada bakteri-bakteri baik, bahkan sejak kita dalam kandungan. Bakteri-bakteri baik inilah yang berfungsi melindungi tubuh kita dari infeksi. Jumlahnya banyak sekali. Bakteri-bakteri pelindung akan menurun jumlahnya, bahkan bisa punah, apabila pola makan kita salah. So, selain mencukupi kebutuhan nutrisi, hindarilah makanan yang mengandung pengawet, pewarna, dan jenis-jenis makanan pabrikan lainnya.

Salah satu bakteri baik yang mampu melindungi dari penyakit saluran pernapasan adalah bakteri Lactobacillus Rhamnosus. Bakteri ini pula bisa membantu menurunkan risiko diare. Agar jumlah bakteri ini meningkat di saluran cerna, maka dibutuhkan serat inulin namanya. Serat inulin berfungsi sebagai makanan Lactobacillus Rhamnosus.

Serat inulin bisa didapatkan pada buah-buahan. Jadi usahakan jangan pelit memberikan buah-buahan pada si kecil setiap hari. Mending beli buah kan, daripada beli snack? Selain buah-buahan, serat inulin juga bisa didapatkan di produk Dancow Advanced Excelnutri+. Produk ini juga mengandung 3x lebih banyak bakteri Lactobacillus Rhamnosus dibandingkan dengan produk sebelumnya. Vitamin A dan vitamin C yang tinggi, juga terdapat pada produk Dancow Advanced Excelnutri+ ini.

Bu Rita juga menganjurkan agar anak-anak diberikan makanan yang beragam. Jadi kalau sekarang anak-anak doyan makan sayur sop dan ayam goreng, besok tetap harus ganti menu. Anak-anak juga sebaiknya diperkenalkan sayur dan buah sejak dini. Menurut beliau, sekitar 90an persen masyarakat Indonesia tidak suka sayur. Kita selaku orangtua dan calon orangtua (kayak saya hehe), harus pandai-pandai memperkenalkan sayur agar disukai si kecil. Sebaiknya pula, anak di bawah 1 tahun tidak diberikan gula. Garam pun sewajarnya saja.

Tanpa terasa sesi Bu Rita sudah selesai. Sesi berikutnya diisi oleh tanya jawab. Bagi teman-teman yang belum memiliki kesempatan hadir di acara seminar, bisa browsing ilmu parenting di: www.dancow.co.id/dpc. Atau jika sering facebook-an, kunjungi saja fans pagenya di: Dancow Parenting Center. Bagi para bunda bisa bertanya-tanya di sana, nanti akan dijawab oleh para ahli tim Dancow.

Peserta membludak

Demikianlah sharing saya setelah mengikuti seminar parenting Dancow. Acaranya seru. Habis seminar ada makan siang bersama. Bagi yang membawa anak kecil juga ada area bermain di luar. Diperbolehkan juga membawa anak-anak ke dalam ruangan seminar. Semoga yang belum ikutan seminar ini, bisa ikut pada seminar berikutnya ya :)





Thursday, 12 January 2017

RESENSI BUKU ANAK: AHMAD DAN DOMBA KECIL



Salah satu cara untuk mendidik anak-anak adalah melalui cerita. Buku anak berjudul “Ahmad dan Domba Kecilnya” ini merupakan bacaan yang mengusung tema tentang keberanian untuk jujur. Buku ini terdiri dari enam cerita berbeda yang dilengkapi oleh ilustrasi cantik.

Ada cerita tentang Ahmad yang dombanya hilang dan dia harus mencari kemana-mana. Untunglah dombanya ketemu setelag bertemu dengan Kakek Penggembala. Pesan moral dalam kisah ini adalah, hendaklah kita harus jujur dalam melakukan apapun.

Kisah tentang “Perniagaan Terindah” juga tak kalah manis. Alkisah ada perempuan yang mneawarkan jubah indah sekali. Banyak yang tertarik dan pasti kalau dijual berharga mahal. Hanya saja perempuan tersebut memberitahukan kekurangan jubah tersebut pada calon pembeli. Bahwa jubah tersebut memiliki lubang-lubang kecil yang tidak kentara. Akhirnya jubah itu dibeli oleh rombongan pedagang baik hati.

Juga masih banyak cerita-cerita manis lainnya yang tertulis di buku ini. Kelebihan buku “Ahmad dan Domba Kecilnya” adalah cara bertutus sang penulis terasa begitu indah namun bisa dimengerti. Selain itu, cerita-cerita dalam buku ini tidak “berkhotbah”, jadi nasihat yang sebenarnya tertuang dalam cerita tanpa harus menggurui.

Namun buku tersebut saya kira kurang pas untuk early reader atau pembaca-pembaca awal. Kalimatnya panjang-panjang dan minim gambar. Mungkin untuk usia kelas 4 ke atas cocok.
Kesimpulan saya, buku ini bagus! Saya suka cara penulis bercerita.


Judul : Ahmad dan Domba Kecilnya
Penulis : Wikan Satriati
Ilustrator : EorG
Penerbit : Republika
Tahun : September 2016
Halaman : 51 halaman

Monday, 9 January 2017

Resensi Novel Anak Sang Juara: Semangat Pantang Menyerah


Judul : Sang Juara
Penulis : Al Kadri Johan
Penerbit : Republika (Lini Anak dan Remaja ALIF)
Tebal : 198 halaman
Terbit : September, 2016

Dunia anak-anak adalah dunia kebahagiaan. Namun pada kenyataannya tidak semua anak bisa merasakan kebahagiaan pada masanya. Saat anak-anak kebanyakan bebas berangkat bersekolah, di negeri ini masih banyak jumlah anak yang terpaksa putus sekolah. Seperti kisah Ayung dalam novel “Sang Juara”.

Ayung adalah anak sulung, dari keluarga yang sangat sederhana.  Ayahnya sudah meninggal. Ibunya membuat kue yang kemudian dijual keliling oleh Ayung. Ayung terpaksa putus sekolah untuk meringankan beban ibunya. Kehidupan Ayung berjalan sebagaimana mestinya sebelum akhirnya ia dipertemukan oleh Om Johan. Om Johan adalah mantan pemain bulu tangkis kawakan namun karena kesalahannya, kehidupan Om Johan jadi terpuruk.

Adalah Buce yang selalu peduli pada Ayung, menyemangati Ayung untuk bertanding bulu tangkis dengan Om Johan. Di luar dugaan, Om Johan kalang kabut dan Ayung pun memenangkan pertarungan. Kemampuan Ayung membuat Om Johan punya ide. Ia ingin memanfaatkan Ayung untuk kepentingan dirinya. Ya! Ayung akan dijadikan umpan taruhan alias berjudi. Tentu saja Ayung menolak!

Namun suatu ketika pertahanan Ayung untuk mendapatkan uang halal semakin terdesak. Saat Ayung melihat Om Johan, ia menyatakan setuju dijadikan umpan taruhan. Kalau pihak Om Johan menang, Ayung akan dapat bayaran tinggi. Cukuplah untuk membelikan keperluan sekolah Uci, adiknya. Namun saat Ayung hendak bertanding, tiba-tiba Buce datang (Hal. 64).

Buce menghentikan niat Om Johan, bahkan ia sudah memberikan pelajaran untuk mantan pebulutangkis tersebut. Om Johan jengkel. Namun lambat laun hubungan Om Johan dan Ayung  membaik. Bahkan Om Johan memberitahu Ayung kalau akan ada Lomba Bulu Tangkis Anak se-DKI. Hadiahnya uang dan beasiswa sekolah.

Ayung ingin mengikuti kompetisi tersebut. Namun kendala yang berat muncul. Ibu Ayung tidak setuju. Beliau ingin Ayung menjadi penjaja kue saja. Kenyataan tersebut membuat semangat Ayung putus asa hingga ke titik terendah. Akankah Ayung akan tetap ikut kompetisi tersebut? Bagaimana jika ibunya tahu? Jawabannya ada di novel ini.

Novel “Sang Juara termasuk buku anak yang cukup inspiratif. Tokoh dalam buku ini bisa menularkan semangat dan pembelajaran pada anak untuk berempati. Beberapa quote alias nasihat bijak bertebaran. Salah satu quote favorit saya adalah: “Jemputlah takdirmu, Nak. Tapi kalau gagal jangan berburuk sangka kepada Allah.” (Hal 182).

Selain inspiratif, salah satu kelebihan buku ini adalah mengangkat cerita yang tidak pasaran. Yakni bercerita tentang “bulu tangkis”. Dengan demikian secara tak langsung buku tersebut sudah memperkenalkan bulu tangkis selaku cabang olahraga andalan tanah air kepada anak-anak Indonesia.

Thursday, 22 December 2016

RESENSI NOVEL TENTANG KAMU: Tentang Cinta, Pengkhianatan, Kegagalan, dan Memeluk Rasa Sakit




“Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Nasihat-nasihat lama itu benar, cinta memang tidak perlu ditemukan, cinta-lah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu telah terjadi. Karena dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita keberanian.” (Halaman 286)

Kalimat di atas menurut saya begitu sederhana tapi menohok. Tentang menerima, tentang melepaskan, juga tentang ketabahan. Saat Tere Liye post status tersebut di Fans Page beliau, saya semakin penasaran tentang isi novel “Tentang Kamu.”

Rasa penasaran semakin berlipat-lipat manakala sebelum rilis 27 Oktober 2016 lalu, tiap buka Facebook maka yang dominan terbaca adalah “Tentang Kamu.” Promosi novel ini gila-gilaan.

Bahkan yang bikin saya terharu adalah ketika spanduk novel ini membentang di tempat-tempat keramaian. Ya Tuhan, walaupun buku ini bukan karya saya, tapi saya senang. Untuk pertama kalinya saya melihat spanduk novel lokal berada di pusat keramaian. Seolah-olah secara nggak langsung mengajak masyarakat untuk membaca. 

Nggak heran begitu rilis, novel ini sudah berdiri gagah di rak best seller. Ok, kenyataan tersebut membuat saya semakin ngotot ingin beli buku ini.

Sinopsis:
Novel ini bercerita mengenai sosok kehidupan seorang perempuan berhati baja, Sri Ningsih. Sri memiliki warisan melimpah namun ia menghabiskan hidupnya di panti jompo di Paris.  Sri sudah meninggal, namun jejak ahli warisnya belum ditemukan. Hingga akhir hayatnya, Sri hidup sendiri.

Adalah Zaman Zulkarnaen, salah satu pengacara internasional khusus warisan, yang ditunjuk untuk menangani kasus ini. Zaman bekerja di sebuah firma hukum internasional berpusat di London. Zaman ditugaskan melakukan penelusuran mulai dari Paris, Pulau Bungi di Sumbawa, Surakarta, lalu Jakarta, kemudian kembali ke London lagi.

Sri adalah anak nelayan yang sejak kecil hidupnya penuh ujian. Ibunya wafat sejak melahirkan dirinya. Kemudian ayahnya wafat saat ia masih SD. Ibu tirinya jadi depresi, akhirnya Sri jadi bulan-bulanan ibu tirinya. 

Belum usai penderitaan Sri, rumahnya terbakar. Ibu tirinya wafat. Ia pergi ke Surakarta. Di sana kehidupannya membaik. Namun lagi-lagi Sri justru dikhianati sahabat baiknya sendiri. Hal inilah yang membuat Sri senantiasa dihantui masa lalu. 

Mampukah Sri menghadapinya?

oOo

Begitulah sekilas sinopsis mengenai novel “Tentang Kamu.” Buku ini sukses membuat saya betah duduk, nggak bisa berhenti. Saya penasaran dengan kelanjutan kisah Sri Ningsih.

Overall, menurut saya buku ini... “KEREN”. Karena keren, saya memutuskan ikut lomba resensinya hehehe. Baiklah, ini dia poin-poin yang bikin buku ini keren.

COVER
Covernya bagus. Sederhana tapi nggak pasaran. Ala-ala novel luar gitu. Rada misterius karena yang dipasang adalah foto sepatu. Jadi berpikir, “Kok sepatu ya? Ini novel tentang apa?”
Mengingat tokoh Sri melakukan perjalanan ke beberapa negara, foto sepatu benar-benar cocok dengan isi cerita.

KARAKTER YANG KUAT
Saya bilang kuat karena usai baca novel ini, karakter tokoh utama begitu melekat. Unforgettable. Mungkin karena sosok Sri di sini digambarkan detail baik itu secara fisik, eksternal alias lingkungan Sri, juga internal atau segi psikologi Sri. Jadi saya tahu apa yang Sri lakukan dalam situasi-situasi tertentu. Saya tahu apa yang bisa bikin ia tersenyum, marah, bahkan sedih. Saya juga jadi tahu bagaimana Sri menyikapi hal-hal paling menyakitkan dalam hidupnya. Sosok Sri serasa nyata.

Tokoh Zaman pun demikian. Saya bisa membayangkan Zaman ini seperti apa. Walaupun porsi cerita mengenai Zaman sedikit. 

Selain itu, seluruh tokoh di sini unik-unik. Ada tukang ojek Kang Sueb yang cerewet. Ada Rajendra Khan yang lucu sekaligus menyebalkan. Ada Ode yang begitu care pada Sri. Ada Lastri dan Nuraeni yang karakternya bertolak belakang. Juga ada Aimee yang lemah lembut. Seluruh tokoh terasa membekas dalam kepala saya, termasuk tokoh yang jahat sekalipun. 

Mungkin selain karena berkarakter unik, para tokoh juga memiliki tujuan yang jelas dan kuat. Sebut saja Sri yang punya tujuan jelas yakni ingin survive dan lari dari hantu masa lalu. Atau Zaman yang pantang menyerah untuk menunaikan amanat Sri dan mengungkap kasus tersebut. Biasanya karakter tokoh yang memiliki strong will atau tujuan yang kuat sekali, akan membuat cerita jadi menarik dan membekas di benak pembaca.

Tokoh favorit saya adalah  Rajendra Khan. Karena dia antik, lucu, dan baik hati. Sementara tokoh yang paling saya benci siapa lagi kalau bukan Lastri. Aduh, dia itu asli, nyebelin. 

Meski demikian ada beberapa poin tentang karakter di novel ini yang bikin saya merasa kurang sreg. Nanti akan saya paparkan di bagian berikutnya.

SETTING
Setting cerita juga kuat. Setting yang kuat adalah, apabila tempat kejadian diubah maka cerita ini tak akan ada. Setting Pulau Bungi, bila diganti dengan daerah lain, nggak akan jadi cerita. Karena settingnya kuat, maka kehidupan di  Pulau Bungi, Surakarta, Jakarta, London, dan Paris, bagi saya terasa nyata. Bukan sekadar tempelan. Setting dalam novel ini seolah turut andil dalam menyempurnakan cerita.

Salut buat Tere Liye. Keren!

ALUR
 Menggunakan alur maju mundur, membuat kisah Sri menjadi tidak biasa. Bayangkan jika novel ini cuma menceritakan Sri dari lahir sampai wafat. Umum banget pastinya. Alur maju mundur seperti dalam novel Hujan dan Pulang, membuat ceritanya unik dan berbeda. Meskipun premisnya umum yakni tentang menerima hal paling menyakitkan dalam hidup.

PENGETAHUAN
Novel ini banyak menceritakan sejarah. Tentang PKI, Tugu Monas zaman dulu, tentang Y2K, tentang firma hukum internasional, tentang daerah-daerah yang disinggahi Sri, bahkan ilmu berbisnis. Jadi lepas baca novel ini pembaca jadi memilik pengetahuan baru. Saya bolak-balik menggumamkan “Ooo”.

PESAN MORAL
As always kalau tulisan Bang Tere. Pesan moral pasti ada. Bagusnya lagi, pesan moral yang beliau sampaikan tidak preachy. Memang ada nasihat yang disampaikan melalui tokoh, tapi nggak terkesan menggurui. Natural gitu. Seperti saat Nugroho menasihati Sri untuk mematuhi ibu tirinya.

Selain melalui nasihat, pesan moral juga tampak pada tokoh-tokoh yang diceritakan. Tentang kerja keras, pantang menyerah, jelas sekali tergambar dari karakter Zaman dan Sri Ningsih. Pokoknya abis baca buku ini, semangat saya jadi meletup-letup.

Bahkan pesan moral bisa tampak dari ucapan Musoh pada halaman 186. "Persetan dengan agama. Lebih baik jadi pemabuk tapi terus terang, daripada sok suci, tapi munafik." Saya juga suka sama kalimat ini. Menohok hehehe. Relevan banget dengan kondisi saat ini. Top deh Bang Tere. Mungkin Bang Tere nyindir fenomena zaman sekarang ya? Yang dikit-dikit ngomong agama dan teguh di jalan yang benar dicap sebagai munafik. Ah entahlah. 

INSPIRATIF
Membaca novel ini seolah mendapatkan charge energi semangat. Semangat dari sosok Sri menular kepada pembaca. Semangat optimis dan pantang menyerah. Saya yang awalnya bad mood, jadi merasa good mood :D. Suka sekali. 

Quote favorit saya dalam novel ini adalah “Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x.” (hal. 210).

CARA BERTUTUR YANG SEDERHANA
Membuat pembaca bisa menikmati cerita dengan mudah, walaupun yang dibahas agak-agak canggih dan terasa lumayan asing. 

Pokoknya novel ini keren sekali. Terasa banget kalau sang penulis melakukan riset yang amat serius. Novel ini bagi saya terasa lokal namun canggih. Kelihatan kalau sang penulis berpengetahuan luas.

Namun, sebagus-bagusnya buku, tetap memiliki kekurangan bagi masing-masing pembaca. Catet ya, masing-masing pembaca. Berarti bisa aja yang kurang menurut saya, belum tentu kurang bagi pembaca lain. Oke. Ini dia kekurangan novel ini, versi saya.


TOKOH
1. Sri ini disebut sebagai orang yang berpembawaan riang. Tapi saya nggak merasakan keriangannya. Yang saya rasakan adalah Sri adalah sosok yang workholic, rajin, dan bersemangat tinggi. 

Riang dalam bayangan saya itu termasuk humoris. Saya belum pernah membaca di buku ini Sri yang bikin orang lain ngakak. Riang dalam bayangan saya tuh bisa bikin orang sedih jadi ceria. Jika bisa dibandingkan, harusnya riang itu ya seperti Maryam dalam novel Hujan.

2. Karakter para tokoh dalam novel-novel Bang Tere Liye, mirip-mirip. Zaman mirip dengan Ambu Uleng, Borno, atau Bujang. Sri ini juga sama seperti Lail. Pendiam semua rasa-rasanya. Kenapa tokoh utamanya tidak seperti Burlian? Atau Ali? Atau Maryam? Atau Rajendra Khan? Atau Delisa? Mereka jahil tapi punya prinsip. Mereka juga lucu. Semoga ini bisa menjadi masukan bagi penulis, agar karakternya tidak monoton.

3. Tokoh Sri ini memang mengagumkan. Tapi saya nggak malah takut hidup saya seperti Sri. Kehidupan Sri terlalu suram. Rasanya kok dia selalu dikejar-kejar sama hal-hal buruk. Seolah-olah Sri ini magnet musibah. Memang cocok dengan sebutan “Anak yang Dikutuk.” Tapi hmm, entahlah. Kok menurut saya hidup Sri  terlalu menyedihkan.

4. Kehadiran tokoh yang tiba-tiba.
Tokoh Hans dan ibunya, tau-tau muncul begitu saja. Rasanya aneh. Sejak awal cerita yang dibahas selalu Sri. Pas mendekati ending tiba-tiba ada Hans dan ibunya, masalah Zaman dan ibunya mendadak ada, lantas beres begitu saja. Kalau memang punya masalah dengan kehidupan pribadinya, ada baiknya sedikit-sedikit diceritakan sejak awal. Bukan malah bim salabim, ada tokoh baru. Atau penulis sengaja memunculkan karena novel ini bisa jadi dibuat sekuelnya? Entahlah.


DEUX EX MACHINA
Istilah gampangnya “Tiba-tiba Tuhan menolong begitu saja.” Saya menemukan hal ini ketika Zaman mencari tahu tentang teka-teki Pulau Bungi. Encik Razak yang belum disinggung-singgung sebelumnya, tahu-tahu memberikan solusi (lihat hal. 49). Terlalu mudah dan terkesan “dicocok-cocokkan” menurut saya. Kurang smooth gitu. Mungkin sebaiknya disinggung-singgung sejak awal perihal Encik Razak dan kepiawaiannya mengenal suatu daerah, biar nggak terkesan mendadak. Bukankah di Jakarta dan London, Zaman nggak ujug-ujug bisa memecahkan teka-teki keberadaan Sri?

Demikian resensi saya. Sekali lagi, kalaupun saya menuliskan kekurangannya, bukan berarti novel ini nggak bagus. Bukankah ada ungkapan bahwa, “Buku  yang sempurna adalah buku yang tak pernah ditulis?” Meskipun saya menuliskan kekurangan novel ini, tidak berarti novel ini ber-rating rendah. Kalau saja bisa kasih rate, empat bintang deh untuk novel “Tentang Kamu.”

Sesuatu yang paling berkesan setelah membaca novel ini adalah semangat untuk terus bangkit tak peduli berapa kali kita jatuh dalam jurang kegagalan. “... Aku tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut.” (hal. 210).  Penuh motivasi kan?

Pokoknya buku ini recommended banget deh! Bagi yang mau baca, sebaiknya makan dulu hehehe. Biar nggak lupa diri sampai lupa makan. Semoga yang menginginkan untuk membaca novel ini, bisa baca beneran, entah bagaimana caranya. Biar ketularan semangat Sri Ningsih :).


Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit: Republika
Tebal : 524 halaman
Terbit : 27 Oktober 2016