Monday, 4 July 2016

KENA ANYANG ANYANGAN? INI SALAH SATU SOLUSINYA



Hai hai :). Kali ini saya mau sharing pengalaman ketika terkena anyang-anyangan. Kejadiannya sekitar akhir 2014 lalu. Bermula ketika dalam perjalanan kembali ke perantauan setelah habis mudik, selama dalam perjalanan saya nahan pipis. 
Saya lagi di bis

Nah, pas tiba di kos dan ke kamar mandi, eh tumben-tumbennya saya buang air kecil nggak bunyi “serr” ala-ala kran mengucur deras. Sebaliknya yang keluar cuma seuprit macam kran macet dan kurang “plong” rasanya. Begitu balik ke kamar, lha, kok kebelet pipis lagi. Jadilah saya bolak-balik ke kamar mandi dan nggak bisa tidur dengan nyenyak. Mana ada sensasi nggak nyaman lagi di bagian perut bawah dan panggul.

“Kalau anyang-anyangan, coba jempolnya diikat karet,” teman saya menyarankan begitu. Saya tahu saran tersebut nggak masuk akal. Tapi demi terbebas dari pipis yang bertahap, saya turuti saja. Saya ikat jempol kaki saya pakai karet gelang selama beberapa jam. Dan... Tadaaa! Jempol kaki saya sampai terasa kebas sementara anyang-anyangan masih saja berlangsung. 

Dua hari berlalu saya masih anyang-anyangan. Di titik itu sumpah saya kangen banget sama yang namanya pipis berbunyi "serr" ala-ala kran lagi dibuka. Duh, ternyata pipis dengan lancar itu rezeki dan harus disyukuri. Baru sadar kalo pipis nggak lancar malah bikin tersiksa tersiksa.

Kemudian saya cari alternatif lain. Saya pun coba browsing di internet. Tips yang di-share aneh-aneh. Ada yang nyaranin ngoles minyak kayu putih ke udel, minum air jeruk nipis. Saya merasa nggak ada relevansinya sama anyang-anyangan jadi saya mengabaikan tips-tips tersebut. Belum lagi informasi seputar anyang-anyangan berakhir horor. Pertanda penyakit inilah, itulah, oh ampun dije! Makin stres rasanya.

Didorong rasa was-was dan nggak tahan juga jadi “Ratu Kamar Mandi”, akhirnya saya pergi ke dokter. Syukurlah dokter yang memeriksa saya sabar, cantik pula. Begitu tiba giliran saya, bu dokter uluk salam sambil tersenyum. Ah, benarlah kata nasihat lama. Senyum itu bisa mendinginkan hati.


Lagi antre di dokter

Lalu mulailah bu dokter cantik memeriksa saya.
Dokter: “Kenapa?”
Saya  : “Pipis saya nggak lancar, Dok.”
Dokter: “Kenapa nggak lancar?”
Saya : “Saya abis nahan pipis pas dalam perjalanan.”
Dokter: “Oh, coba duduk.”
Lalu saya duduk, dokter pun meninju ringan bagian bawah punggung saya kanan dan kiri. “Sakit?” tanya beliau. Saya bilang “nggak.” Dokter kembali menyuruh saya tidur lagi dan beliau menekan perut bawah saya. “Sakit?” tanyanya. Saya bilang, “Agak kemeng (nggak nyaman).”
Dokter: “Pipisnya berdarah atau sakit?”
Saya menggeleng.
Dokter: “Demam?”
Saya juga menggeleng. Dokter manggut-manggut. Beliau bilang kalau saya kemungkinan kena gejala Infeksi Saluran Kemih. Kalau ada gangguan ginjal, pasti saya kesakitan pas beliau meninju ringan punggung bawah saya. Anyang-anyangan jika dibiarkan begitu saja akan menyebabkan terkena Infeksi Saluran Kemih betulan. 

Katanya terkena Infeksi Saluran Kemih lebih tersiksa lagi. Pipis berdarah, demam, dan menimbulkan rasa sakit buang air kecil. Saya jadi teringat cerita teman saya yang sampai mau nangis ketika pipis saking sakitnya. 

Saya jadi takut. Untung Bu Dokter termasuk tipe dokter yang menenangkan dan membesarkan semangat (semoga seluruh dokter di Indonesia seperti ini). Kata Bu Dokter, “Insya Allah nggak apa-apa. Kesembuhan itu juga dipicu oleh diri sendiri. Kalau patuh sama saran dokter, Insya Allah sembuh. Minum yang banyak, jangan nahan pipis. Kalau nggak, akan sakit berulang.” 

Saya dikasih antibiotik dan obat entah apalagi. Sekitar tiga hari kemudian, saya pun bebas anyang-anyangan dan pipis saya lancar seperti kran yang mengucur deras. Alhamdulillah, yes!

Nah, waktu kena anyang-anyangan saya tanya-tanya ke  Bu Dokter.

Apa sih penyebab anyang-anyangan itu? Ternyata faktor anyang-anyangan disebabkan oleh bakteri E. Coli. Menurut Bu Dokter, berikut beberapa hal yang bisa menjadi pemicu anyang-anyangan.

1. Suka menahan pipis.
Menahan pipis akan menyebabkan para bakteri mengumpul dan menempel di ujung saluran kemih. Lalu, terjadilah infeksi dan kita terkena yang namanya anyang-anyangan.
2. Kurang minum
Bu Dokter menyarankan agar saya banyak-banyak minum. Memang efeknya nanti akan lebih sering buang air kecil, tapi itu justru bagus. Sebab jika kita sering buang air kecil, para bakteri yang terkumpul di saluran kemih akan luruh bersama air seni.
3. Daerah V yang lembab.
Kondisi lembab pada daerah V memang disukai bakteri. Beberapa faktor yang memicu situasi di daerah V jadi lembab adalah:
- Keputihan
- Jarang ganti pembalut
- Jarang ganti underwear (eww)
- Bahan underwear yang kurang menyerap keringat
- Tidak menggunakan tisu atau handuk tiap habis buang air kecil
4. Hamil
Wanita hamil biasanya suka anyang-anyangan karena kondisi rahim yang membesar sehingga menekan kandung kemih. Akibatnya suka ada rasa ingin pipis terus.
5. Air dan toilet yang digunakan kurang bersih
Sebaiknya hati-hati kalau terpaksa masuk ke toilet umum. Biasanya kalau dalam perjalanan kan pipisnya di toilet umum ya. Nah, kalau pas mau pipis kondisi toilet lumayan bikin bergidik, mana airnya nggak jernih dan WC bikin meringis, lebih baik hunting toilet yang lebih bersih saja.
6. Cara cebok yang keliru
Cara cebok yang benar adalah dari arah depan ke belakang, agar bakteri E. Coli yang hobi berada di anus tidak terbawa ke daerah V dan saluran kemih.

PENCEGAHAN
Biar kita nggak termasuk wanita yang terkena gejala Infeksi Saluran Kemih, ada baiknya kita melakukan pencegahan. Bagaimanakah cara mencegahnya? 

Berikut beberapa tips yang saya adopsi dari saran dokter.

1. Minum yang banyak tapi jangan suka nahan pipis
Salah satu penyebab malas sering-sering minum adalah malas pipis. Iya nggak? Padahal sering pipis selama lancar tanpa gangguan justru nggak masalah. Banyak minum kan bagus untuk ginjal, selama nggak terlalu berlebihan.

Kalau minum sudah banyak, jangan suka nahan pipis. Kadang walaupun nggak dalam perjalanan, jika sudah asyik ngerjain sesuatu suka lupa kalau kebelet pipis. Iya kan? Jadi ditahan-tahan aja sampai berjam-jam. Ini kebiasaan yang wajib dihilangkan, bahkan perlu bikin resolusi kali ya “Saya nggak boleh nahan pipis selamanya” gitu. 

Kebiasaan menahan buang air kecil selain memicu terjadinya Infeksi Saluran Kemih, juga jadi pemicu terjadinya kencing batu lho, kata dokter. Hiii, ngeri! Pokoknya sebisa mungkin “say no to nahan pipis.”  
2. Perhatikan kebersihan daerah V
Pakailah underwear berbahan katun atau kaos yang bisa menyerap keringat. Gunakan tisu atau handuk kecil tiap habis buang air. Kalau lagi menstruasi, usahakan mengganti  pembalut atau pantyliner tiap 4 jam sekali. Pokoknya usahakan sebisa mungkin, daerah V kering dan nyaman.Daerah V yang lembab jadi hunian yang nyaman bagi bakteri.
3. Toilet yang bersih.
Kalau masuk toilet umum dan harus menggunakan toilet duduk, lap dulu dudukannya dengan tisu. Kalau bisa sih tisu basah ya. Bisa bayangkan berapa ratus atau ribu pantat yang duduk di situ dalam sehari. Eww!

Saya sih jujur saja, lebih suka toilet jongkok kalau sama-sama bersih. Karena nggak perlu berbagi “dudukan toilet” dengan orang lain hehe.

Jika cebok menggunakan gayung, biasanya saya mengambil air yang langsung mengucur dari kran. Takutnya jika pakai air yang tertampung di ember, kebersihan airnya kurang terjaga.

4. Menjaga daya tahan tubuh
Biasanya infeksi terjadi kalau imunitas tubuh kita menurun. Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh adalah perbanyak asupan sayuran dan buah, cukup gizi, dan cukup istirahat. 

Nah, kalau sudah terkena anyang-anyangan apa yang harus dilakukan?
Harusnya sih minum obat ya. Jangan dibiarin biar nggak kena Infeksi Saluran Kemih.

Dulu sebelum ke dokter saya coba cari obat herbal lewat internet tapi nggak ada yang sreg. Nggak sreg-nya karena kurang meyakinkan aja. Obat tersebut nggak ada website, fanspage juga. Cuma testimoni-testimoni dari orang yang pernah menggunakan. Lagi-lagi saya nggak percaya.

Hingga akhirnya suatu ketika teman saya yang berdomisili di Jakarta bercerita kalau dia abis kena Infeksi Saluran Kemih tapi sudah lumayan parah. Cerita pun bergulir dan ujung-ujungnya dia memberitahu kalau anyang-anyangan nggak perlu panik lagi. Sebab sekarang sudah ada Prive Uri-cran

Penasaran, browsing lah saya. Ternyata Prive Uri-cran ada website dan ada Facebook-nya juga.

Kasih komen di postingan Facebook Prive Uri-cran

Berarti bukan produk abal-abal dong. Apalagi yang memproduksi adalah Combiphar. Saya like aja fanspage tersebut, trus saya stalking aja akunnya buat menggali informasi. 

Menurut yang saya baca di Facebook Prive Uri-cran tersebut, 5 dari 10 wanita pernah terkena Infeksi Saluran Kemih. Wanita memang lebih mudah terkena ISK dibanding pria sebab jarak antara anus dan uretra lebih dekat. Wow! Rawan banget! 

Prive Uri-cran mengandung ekstrak Cranberry yang bisa membantu mengatasi anyang-anyangan. Saya kan wong kampung ya, jadi belum tahu wujud cranberry dan manfaatnya. Penasaran pun berlanjut. Setelah browsing saya baca-baca artikel. Menurut yang saya baca di Okezone.com, ternyata jus Cranberry memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya adalah mencegah Infeksi Saluran Kemih.  Sebab Cranberry mengandung proanthocyanidins yakni antioksidan yang bisa membuat bakteri nggak akan melekat pada saluran kemih sehingga bakteri nggak menyebarkan infeksi.

Ini dia buah cranberry (sumber dari sini)


Selain mengandung ekstrak cranberry, Prive Uri-cran juga dikemas praktis dalam bentuk kapsul. Satu dus ada 30 kapsul yang tiap kapsulnya mengandung 250 mg ekstrak cranberry. Aturan minumnya 1-2 kapsul per hari.

Prive Uri-cran dalam bentuk kapsul (Sumber dari sini)

Nah, buat yang nggak bisa minum kapsul dan harus nyari pisang lebih dulu, nggak usah ribet-ribet. Prive Uri-cran juga tersedia dalam bentuk serbuk sachetan yang satu dusnya ada 15 sachet. Tinggal seduh sama air dingin, ugh lala, kebayang deh kesegarannya. Oya, untuk yang serbuk, per sachet Prive Uri-cran mengandung 375 mg ekstrak cranberry. Aturan minumnya 1-2 sachet per hari.
Prive Uri-cran dalam bentuk minuman serbuk (Sumber dari sini)

Prive Uri-cran terbuat dari bahan alami sehingga aman dikonsumsi termasuk oleh ibu hamil.

Ngomong-ngomong, lebaran sudah dekat. Itu artinya saya akan bersilaturrahim ke luar kota. Ada kemungkinan jatah minum saya berkurang dan aksi menahan pipis. Maka dari itulah saya hunting Prive Uri-cran di apotek-apotek kota Malang. Baru beberapa apotek kecil dan saya belum menemukan. Menurut info sih adanya di apotek Kimia Farma atau Guardian. Semoga lain waktu saya bisa ke apotek tersebut, bia beli, buat jaga-jaga kalau anyang-anyangan datang.

Selamat mudik bagi yang mudik, selamat bersilaturrahim, semoga selamat dalam perjalanan, dan jangan lupa bawa Prive Uri-cran untuk mencegah anyang-anyangan :).


Sumber:
- http://www.mypriveworld.com/product/ dibuka tanggal 3 Juli 2016 pukul 08.30

- https://web.facebook.com/priveuricran/?fref=ts dibuka tanggal 3 juli 2016 pukul 08.00


3 comments:

Hidayah Sulistyowati said...

Aku belum pernah anyang-anyangan. Tapi kalo melihat nasib teman yang pernah ngalami, kasihan juga. Katanya sakit kalo buat gerak, tapi tiduran juga gak bisa nyaman.

Widya Ross said...

Hidayah: Pokoknya anyang-anyangan enggak enak, Mbak Hidayah. Mau jalan-jalan juga males karena pipis melulu hehe

Merlina Frandez said...

Good Article !

Furniture Rotan Sintetis

Post a Comment

BANK SAMPAH, SOLUSI MENJADIKAN SAMPAH BERNILAI EKONOMIS

Jalan di desa saya Saya lahir di sebuah desa yang terletak di kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebuah desa yang mayoritas pendudu...